HM Sani dan Ansar Ahmad Meninjau Jembatan Busung

Share:

Gubernur Kepri Drs. H. Muhammad Sani didampingi Bupati Bintan Ansar Ahmad dan sejumlah pejabat Kabupaten Bintan meninjau jembatan jembatan Busung yang menghubungkan jalan Lintas Barat Gubernur Provinsi Kepulauan | [Humas]

Gubernur Kepri Drs. H. Muhammad Sani didampingi Bupati Bintan Ansar Ahmad dan sejumlah pejabat Kabupaten Bintan meninjau jembatan jembatan Busung yang menghubungkan jalan Lintas Barat
Gubernur Provinsi Kepulauan | [Humas]

BINTAN, SuaraKepri.com – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Drs. H. Muhammad Sani meninjau proses pembangunan jembatan Busung yang menjadi penentu penyelesaian rute jalan Lintas Barat di Kabupaten Bintan, Senin (7/10). Selain meninjau jembatan, Gubernur yang didampingi Bupati Bintan Ansar Ahmad juga meninjau hasil pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) di yang berada di Dusun Tanah Merah, Desa Penaga.

Sebagaimana sudah menjadi komitment Gubernur Kepri Muhammad Sani bersama wakilnya, DR. H. Soerya Respationo, bahwasanya pengentasan kemiskinan melalui bedah rumah tidak layak huni adalah prioritasnya yang dilakukan bersama-sama dengan pemerintah di Kabupaten dan Kota. Direncanakan pada akhir masa jabatannya (2015) nanti tidak akan ada lagi masyarakat Kepri yang menghuni rumah yang tidak layak. Dan untuk mengentaskan RLTH di Kepri ini, Pemerintah Provinsi Kepri dan kabupaten/Kota telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Tujuannya agar saling berkomitment, yang mana Pemerintah Provinsi kepulauan Riau akan mensubsidi dana sebesar dua kali lipat yang dianggarkan oleh pemerinatah kabupaten dan Kota.

“Pengentasan kemiskinan melalui bedah RTLH yang ada diseluruh kabupaten dan Kota ini kan memang menjadi prioritas pemerintah Provinsi Kepri sejak saya dilantik oleh mendagri sebagai Gubernur. Pokoknya hingga akhir 2015 nanti, insya Allah tidak ada lagi masyarakat yang menempati rumah yang tidak layak. Terutama rumah-rumah yang sudah kita data itu tentunya,” kata Sani disela melakukan kunjungannya.

Adapun menyangkut jembatan lintas barat yang saat ini tinggal menunggu penyelesaian pengerjaan jembatan Busung tersebut diharapkan kedepan bisa menjadi poros jalan penghubung Batam-Bintan dan sebaliknya, sehingga bisa memperpendek jarak dan mempersingkat waktu dalam melakukan arus barang dan orang. Mengingat konektifitas merupakan sumbu perekonomian, sehingga jika satu daerah dengan daerah lain sudah saling terhubung, atau terbebas dari keterisoliran maka dijamin roda perekonomian akan mampu berjalan dengan baik.

“Konektifity, baik di bidang transportasi, jalan dan sebagainya itu adalah penting. Jika konektifitas antara satu daerah dengan daerah lain sudah tidak lagi terisolir, maka otomatis roda perekonomian akan berjalan dengan baik,” kata Gubernur Kepri Muhammad Sani.

Saat ini, sambil menunggu penyelesaian jembatan Busung yang menjadi satu-satunya jembatan penghubung di jalur lintas barat yang belum seselasi, maka masyarakat masih menggunakan ‘pok cai’ atau perahu penyeberangan untuk melintasi bentangan selat di Busung tersebut. Dan pada kesempatan ini, Gubernur juga menggunakan jasa pok cai tersebut saat pulang dari kunjungannya.

HM Sani dan Ansar Ahmad Meninjau Jembatan Busung | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya