Anggaran Proyek Jalan Bandara Terancam Dicoret

Share:
TINJAU: Ketua Komisi III DPRD Kepri Joko Nugroho (ketiga dari kanan) bersama Sofyan Samsir dan Eryawanto mendengar penjelasan Rodi selaku PPTK proyek jalan yang diblokade warga. | f-tanjungpinang pos

TINJAU: Ketua Komisi III DPRD Kepri Joko Nugroho (ketiga dari kanan) bersama Sofyan Samsir dan Eryawanto mendengar penjelasan Rodi selaku PPTK proyek jalan yang diblokade warga. | f-tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Persoalan jalan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) ternyata menjadi perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Rabu (23/10), Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kepri bersama tim dari Dinas PU Kepri, turun meninjau lokasi yang diblokir tersebut.

Dalam kunjungan ini, Rodi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek jalan itu memastikan, bahwa apabila lahan ini tidak diselesaikan per November bulan depan, maka diperkirakan ada sekitar Rp4 miliar dana yangtidak terserap dari kegiatan ini. Otomatis dana ini akan kembali menjadi silpa. Sementara, tahun depan proyek ini akan dicoret atau tidak akan dianggarkan lagi.

“Cuma yang buat kami bingung, pertama, kalau dana Rp 4 miliar ini tidak terserap dan pekerjaan terputus, tentu ini akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kedua, kami juga tidak bisa memberi sanksi atau denda kepada kontraktor, karena ini bukan kesalahan mereka, tapi kesalahan pihak ketiga sebagai penyedia lahan (Pemko Tanjungpinang, red),” ungkap Rodi kemarin.

Rodi juga menyampaikan, bahwa kenapa prediksi anggaran yang tidak akan terserap sebesar Rp4 miliar jika pembebasan lahan tidak selesai November ini, karena posisi lahan yang diblokir warga itu adalah tempat dimana ada jembatan penghubungnya. Yang panjang jembatan sekitar 50 meter dan lebar 9 meter.

“Ditambah lagi jalan yang diblokir sekitar 500 meter. Jadi total perhitungan kami ada sekitar Rp 4 miliar yang tidak akan terserap dari Rp 9 miliar yang dianggarkan melalui APBD Kepri tahun 2013 ini,” imbuhnya.
Kendati ada 500 meter yang diblokir warga, Rodi mengatakan, pihaknya tetap mengerjakan pengerasan dan pengasapalan jalan sepanjang 1,5 kilometer.

“Kami tetap akan kerjakan yang lahannya sudah dibebaskan, yang sisanya biarlah urusan yang membebaskan lahan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kepri, Joko Nugroho yang ikut turut meninjau mengatakan, apabila lahan tidak selesai dan anggaran jalan ini jadi Silpa, maka besar kemungkinan Komisi III DPRD Kepri tidak akan mengangarkan lagi pembangunan jalan menuju bandara ini pada APBD Kepri tahun depan.

“Bagaimana kami mau anggarkan kalau yang ini saja tidak habis. Kedua, kalau kami anggarkan di APBD tahun depan, tapi lahan juga tidak dibebaskan, ini sama saja bohong dan akan jadi silpa lagi di APBD 2014. Artinya, proyek ini berpotensi akan dicoret dan tidak dianggarkan lagi tahun depat,” imbuhnya.

Joko juga mengingatkan kepada PU Kepri agar tidak terburu-buru mengajukan lagi keberlanjutan jalan ini di draf APBD Kepri 2014 yang minggu depan akan mulai dibahas di dewan. Kenapa demikian, sebab ini berkaitan dengan pihak ketiga dalam hal ini Pemko Tanjungpinang yang belum jelas pembebasan lahannya.

“Kami sebenarnya tidak ada niat menghalangi anggaran untuk pembangunan. Tapi, kalau seperti ini sikap pemerintah kota dalam menyelesaikan masalah lahan, bagus kami pending dulu. Soalnya kami juga yang kena imbas dari masalah itu. Ujung-ujungnya dewan juga yang dimintai pertanggungjawaban, kenapa dianggarkan kalau lahan belum siap,” tegas Joko yang diamini Eryawanto yang turut dalam peninjaun lapangan ini.

Senada dengan Joko, Sofyan Samsir juga menyayangkan proses pembangunan jalan menuju Bandara RHF ini jadi tertunda. Sebab ini sebenarnya berkaitan dengan pengoperasian terminal baru di Bandara RHF.

“Jadi, ceritanya makin panjang, pelayanan penerbangan di bandara tidak maksimal karena terminal baru belum beroperasi, terminal belum dipakai karena jalan akses belum tersedia, nah sekarang jalannya belum siap karena lahan bermasalah, jangan-jangan dibalik masalah pembebasan lahan masih ada juga persoalan lainnya,” tutupnya. 

Anggaran Proyek Jalan Bandara Terancam Dicoret | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya