Ancam Bunuh Wartawan, Oknum Polisi Dicopot dari Jabatannya

Share:

KABUPATEN SORONG (Suara Karya): Seorang anggota polisiBaca » Wakapolres : Oknum Yang Selingkuh, Merusak Citra Polri. yang menjabat Kepala Unit (Kanit) Intel Polres Kabupaten Sorong dicopot jabatannya dan diproses hukum meski menurut pengakuan oknum tersebut, pernyataan dia itu hanyalah bercanda.

“Polisi, tidak bercanda seperti itu terhadap siapa saja termasuk wartawanBaca » Malaysia Ingin Pelajari Pengalaman Indonesia Merawat Kebebasan Pers. karena dampaknya bisa fatal. Bagaimanapun, pernyataan seorang polisi itu, oleh masyarakat dianggap benar adanya,” kata KapolresBaca » Kapolres : Aktivitas Bauksit Benar, Tetapi Keterlibatan Oknum Dewan Tidak Ada. Sorong, AKBP M Rudy Prasetyo S.IK kepada Suara Karya di kantornya di Aimas, ibu kota Kabupaten Sorong, Papua Barat, Selasa (25/4).

Menurut Kapolres Prasetyo, pengamcam membunuh wartawan itu kini sudah polisi biasa, tanpa jabatan seperti sebelum peristiwa ini. Tiap hari hanya duduk di penjagaan tanpa diberikan tugas apapun. Ini, untuk memberikan efek jera agar anggota lainnya tidak melakukan hal-hal tak pantas seperti kasus ini.

Sementara itu menyinggung penanganan kasus korupsiBaca » Mantan Dewan Kepri Abdul Aziz Siap Beberkan yang Terlibat Dana Bansos. di Kabupaten Sorong, menurut Kapolres Prasetyo, tetap dilakukan tanpa hentinya. ”Mengenai kasus-kasus korupsiBaca » Syafei, Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Asuransi. tetap dilakukan penelitian baik melalui aparat tapi juga laporan masyarakat. Dan berhasil, ada dua kasus pungliBaca » Mantan Pjs Dirut BUMD Tanjungpinang Ditangkap Tim OTT. yang kami tangani dari 2016 satu kasus dan tahun 2017 ini satu kasus lagi. Kini ditangani SatgasBaca » Satgas Desa Diberi Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG). Saber PungliBaca » Kapolres : Tim Tipidkor Dan Saber Pungli Polda Kepri Turun Langsung.,”kata Prasetyo.

Dua kasus yang ditangani Satgas Saber Pungli tersebut sudah P21. Sedangkan penanganan kasus-kasus korupsi, lainnya yaitu di tahun 2015 ada kasus penyalahgunaan (korupsi) Bansos. Dan, sudah mendapat putusan inkrah dari pengadilan Sorong.

Menjawab pertanyaan Suara Karya, Prasetyo, menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk organisasi kemasyarakatan untuk melakukan pencegahan korupsi ini. Misalnya, ada penyuluhan para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan termasuk dari unsur pemerintahan seperti Pemda kepada masyarakat tentang bahaya korupsi itu bagi kelangsungan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu dilakukan agar para pemangku kepentingan dari sisi pemerintahan mau pun swasta dan masyarakat faham bahwa perbuatan korupsi itu, kejahatan berat. Oleh karena itu bersama masyarakat menjadikan perbuatan korupsi sebagai musuh yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya.

Ancam Bunuh Wartawan, Oknum Polisi Dicopot dari Jabatannya | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose