Ancam Bunuh Wartawan, Oknum Polisi Dicopot dari Jabatannya

0
241

KABUPATEN SORONG (Suara Karya): Seorang anggota polisi yang menjabat Kepala Unit (Kanit) Intel Polres Kabupaten Sorong dicopot jabatannya dan diproses hukum meski menurut pengakuan oknum tersebut, pernyataan dia itu hanyalah bercanda.

“Polisi, tidak bercanda seperti itu terhadap siapa saja termasuk wartawan karena dampaknya bisa fatal. Bagaimanapun, pernyataan seorang polisi itu, oleh masyarakat dianggap benar adanya,” kata Kapolres Sorong, AKBP M Rudy Prasetyo S.IK kepada Suara Karya di kantornya di Aimas, ibu kota Kabupaten Sorong, Papua Barat, Selasa (25/4).

Menurut Kapolres Prasetyo, pengamcam membunuh wartawan itu kini sudah polisi biasa, tanpa jabatan seperti sebelum peristiwa ini. Tiap hari hanya duduk di penjagaan tanpa diberikan tugas apapun. Ini, untuk memberikan efek jera agar anggota lainnya tidak melakukan hal-hal tak pantas seperti kasus ini.

Sementara itu menyinggung penanganan kasus korupsi di Kabupaten Sorong, menurut Kapolres Prasetyo, tetap dilakukan tanpa hentinya. ”Mengenai kasus-kasus korupsi tetap dilakukan penelitian baik melalui aparat tapi juga laporan masyarakat. Dan berhasil, ada dua kasus pungli yang kami tangani dari 2016 satu kasus dan tahun 2017 ini satu kasus lagi. Kini ditangani Satgas Saber Pungli,”kata Prasetyo.

Dua kasus yang ditangani Satgas Saber Pungli tersebut sudah P21. Sedangkan penanganan kasus-kasus korupsi, lainnya yaitu di tahun 2015 ada kasus penyalahgunaan (korupsi) Bansos. Dan, sudah mendapat putusan inkrah dari pengadilan Sorong.

Menjawab pertanyaan Suara Karya, Prasetyo, menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk organisasi kemasyarakatan untuk melakukan pencegahan korupsi ini. Misalnya, ada penyuluhan para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan termasuk dari unsur pemerintahan seperti Pemda kepada masyarakat tentang bahaya korupsi itu bagi kelangsungan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu dilakukan agar para pemangku kepentingan dari sisi pemerintahan mau pun swasta dan masyarakat faham bahwa perbuatan korupsi itu, kejahatan berat. Oleh karena itu bersama masyarakat menjadikan perbuatan korupsi sebagai musuh yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here