Apa Kabar Kasus Eva Amelia, Mantan Direktur BUMD Tanjungpinang?

Share:

KejariBaca » Dituding Lakukan Intervensi LPSE, Kasi Intel Kejari Membantah. Tanjungpinang Akui Terus Dalami

Tanjungpinang – Kasus mantan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMDBaca » Syahrial Apresiasi Pelindo Lunasi Piutang Dan MoU Dengan BUMD.), Eva Amalia kini terus mengendap di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang. Sehingga menjadi tanda tanya disaat Direktur aktif, Asep Nana SuryanaBaca » Polda Kepri Benarkan Asep Kembali Dipanggil Sebagai Tersangka. yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri dari pengembangan operasi tangkap tangan (OTTBaca » Lakukan Pungutan Liar, Kades Tanjung Tertangkap OTT.) salah satu pegawainya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi mengaku bahwa kasus Eva Amalia terus bergulir dan mereka dalami.

“Belum kita tetapkan (tersangka), tidak serta merta. Ini karena ketelitian kita untuk secara matang dalam penghitungan kerugian.Mungkin dalam minggu ini proses penghitungannya,” ujar Heri saat ditemui usai sosialisasi produk hukum kota Tanjungpinang, di Kantor Perpustakaan dan Arsip, pada hari Rabu (22/3).

Penghitungan kerugian, jelas Heri harus melalui audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan BUMD semasa periode Eva Amalia.

“Kemarinkan masih dalam penyelidikan, karena sekarang ditingkatkan dengan penyidikan maka kita akan hitung ulang. Jika ingin menjerat seseorang, kita sangat membutuhkan dua bukti yang menguatkan dan sah,” tegas Heri.

Heri pun dalam kasus ini, pihaknya (Kejari TanjungpinangBaca » Herry Achmad, Resmi Dilantik Kejari Tanjungpinang .) ingin secepatnya selesai dalam penanganannya.

“Kita pun telah melakukan pemeriksaan terhadap bersangkutan (Eva Amalia) dan saksi-saksi lainnya. Jika dibutuhkan, kita akan memanggil kembali. Kita ingin secepatnyalah selesai,” ungkapnya.

‎Kasus ini berawal dari Pemerintah Kota Tanjungpinang 2010-2014 mengucurkan dana Rp 4,1 miliar dana ke BUMD Kota Tanjungpinang.

Selanjutnya, BUMD melalui perusahaan PT. Tanjungpinang Makmur Bersama melakukan kerja sama pembangunan tower dengan PT. Gemetraco Tunggal.

Selama lima tahun masa kepemimpinan Dirut BUMD, Eva Amelia, penggunaan dana tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. ‎Seperti tidak adanya LPJ secara jelas.

Selain untuk kegiatan operasional kantor, gaji dan tunjangan insentif bidang usaha yang dilakukan BUMD Kota Tanjungpinang dalam lima tahun kepemimpinannya, BUMD TanjungpinangBaca » BUMD Akan Diberi Sangsi, Eva Amalia Lempar Tangan. hanya memiliki kerja sama pendistribusian kopi dan gula serta investasi kerja sama pembangunan 9 titik tower antara BUMD dengan PT. Gemetraco Tunggal, yang selanjutnya akan disewakan ke Telkomsel.

Dari 9 titik tower yang lahannya sudah disewa selama per tahun itu, hingga saat ini hanya 1 tower di Kampung Bugis yang terbangun. Sedangkan pembangunan 8 tower lainnya dan penyewaan ke PT Telkomsel maupun provider lain menjadi tidak jelas.

Dalam penyewaan lahanBaca » Lahan Akan Dibangun Avara Resort Diklaim Milik Haji Dahnoer Yoesuf. dan pembangunan tower, PT Tanjungpinang Makmur Bersama bertindak sebagai pelaksana pengurusan izin, pengurusan jasa SITAC, penyewaan lahan serta pengurusan IMBBaca » BP2T, Pasang 10 Titik Pemberitahuan Pengurusan IMB. di 9 titik lokasi.

Alhasil, kendati dana sewa dan sewa lahan serta pengurusan administrasi yang diduga dimark-up PT Tanjungpinang Makmur Bersama, hingga saat ini dari 9 tower, hanya tower site di Kampung Bugis yang dapat ditagih.

Tagihan tersebut, hingga saat ini juga belum dibayarkan PT Gemetraco ke PT TMB sebagai perusahaan dari BUMD Kota Tanjungpinang. Atas tidak jelasnya pengembalian pembiayaan sewa dan pengurusan administrasi izin dan IMB itu, berakibat saldo kas akhir BUMD Kota Tanjungpinang di akhir masa jabatan Eva Amalia hanya tinggal Rp 1.700 saja.

‎Dalam sewa lahan pada 9 titik lokasi tower yang lahannya sudah dibebaskan, PT. Tanjungpinang Makmur Bersama, ternyata dua dari lahan tersebut merupakan lahan milik dua mantan angggota DPRD Kota TanjungpinangBaca » Nelayan Ngadu Dengan Dewan Karena Sulit Dapat Solar Bersubsudi. periode 2009-2014, masing-masing berinisial Sp dan As.

Keduanya diduga turut serta menikmati kucuran dana BUMD Kota Tanjungpinang sebesar Rp 150-200 juta, dengan alasan penyewaan lahan pembangunan 9 titik tower, kerja sama BUMD Kota Tanjungpinang dengan PT Telkom.

Apa Kabar Kasus Eva Amelia, Mantan Direktur BUMD Tanjungpinang? | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose