Ashady : Rokok FTZ Masih Beredar Bebas, Diduga Ada Mafia

0
112

Tanjungpinang – Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ashady Selayar menduga ada mafia dibalik terus beredarnya rokok non cukai diluar daerah Free Trade Zone (FTZ).

Meski pihak DPRD Tanjungpinang melakukan berbagai usaha untuk menekan peredaran bebas rokok ini, tetapi usaha itu tidak begitu membuahkan hasil.

“Kita menduga ada mafia dibalik masih banyaknya rokok itu (Rokok Non Cukai) beredar di luar wilayah FTZ Tanjungpinang,” ujar Ashady, ketika usai mengikuti rapat paripurna di Kantor DPRD Tanjungpinang, Senggarang, Jumat (10/11).

Ashady juga menjelaskan bahwa pengaturan peredaran rokok ini sudah diatur sedemikian rupa.

“Selama ini kita telah meminta BP Tanjungpinang untuk mengatur Kuato peredaran rokok non cukai atau lebih dikenal dengan rokok FTZ sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Sementara itu, pengendalian dan pengawasan peredaran rokok FTZ ini pihak Bea Cukai Tanjungpinang lebih memiliki wewenang.

“Seharusnya mereka (bea cukai-red) lebih berperan menekan peresaran rokok ini,” ungkapnya.

Berdasarkan data BP Tanjungpinang, Kuota tersebut diberikan kepada enam perusahaan, yakni CV Three Star Bintan sebanyak 1.400 karton, PT Bintan Aroma Sejahtera 9.400 karton, PT Sarana Dompak Jaya 600 karton, PT Pratama Dompak Karya 1.744 karton, PT Bintan Adikarya Jaya 400 karton dan PT Megatama Pinang Abadi 5.300 karton.

Total keseluruhan yang dikeluarkan yakni sebanyak 18.844 karton atau bertambah sebanyak 3.394 karton.

Hal itu karena kuota yang diberikan kepada PT Bintan Aroma Sejahtera sebanyak 8.250 karton rokok dan PT Cahaya Terang Mitra Utama 7.200 karton atau berjumlah 15.450 karton rokok beraneka rokok.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here