Baliho Caleg Masih Merajalela

Share:
Baliho caleg yang masih terpasang.

Baliho caleg yang masih terpasang.

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Baliho besar yang memajang sosok calon anggota legislatif (caleg), terlihat gagah terpajang di simpang lampu merah Batu 6, Jalan Raja Ali Haji dan Jalan Ir Sutami Tanjungpinang. Hal yang sama juga terlihat di simpang Jalan Pramuka dan Jalan Basuki Rahmat (di sekitar kantor gubernur lama). Pun baliho baliho besar yang memuat figur caleg dengan senyum formalnya, masih terlihat kukuh berdiri di sekitaran Bintan Centre.

Tak cuma itu, hingga sore tadi, sejumlah alat peraga kampanyeBaca » Panwaslu Masih Menemukan Pelanggaran Kampanye Melibatkan Anak Dibawah Umur. berupa baliho yang memuat wajah calon anggota legislatif (caleg) lainnya juga masih terlihat di beberapa titik di Kota Tanjungpinang. Peraturan KPUBaca » KPU Segera Umumkan DPS Secara Online. (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013 telah melarang wajah caleg untuk “nampang” di baliho tersebut, kecuali pengurus partai politikBaca » PDIP Coret Nama Asmin Patros. (parpol) yang tidak ikut mencalonkan.

Jika di beberapa daerah lainnya di Kepulauan Riau, pemerintah daerahnya sudah mulai “rajin” menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar aturan itu, implementasi PKPU tersebut masih cukup lunak di Tanjungpinang. Meskipun, dalam hampir setiap produk hukum, ada klausul paling akhir yang menyebutkan “peraturan ini berlaku pada tanggal diundangkan”.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, maupun Panitia Pengawas PemiluBaca » Caleg Muda Siap Hadapi Politisi Senior. (Panwaslu), belum bersuara lantang. Maklum, PKPU baru saja disosialisasikan, sementara zona kampanye juga belum ditetapkan. Namun, aturan PKPU itu sudah jelas mengenai “larangan memasang wajah caleg di baliho”, tetapi tetap ada saja yang tak mengindahkan.

“Memang, di Tanjungpinang ini cukup lunak karena masih dalam tahap sosialisasi. Tapi, nanti juga akan ditertibkan,” kata Roby Patria, Ketua KPU Kota Tanjungpinang.

Hanya saja, dia belum berani memastikan sampai kapan “toleransi” terhadap pelanggaran itu akan dipegang. Apalagi sampai mengeluarkan ultimatum kepada parpol maupun caleg.

“Sebenarnya, yang menertibkan (pelanggaran) itu pemda atas rekomendasi Panwaslu. KPU tak memiliki wewenang untuk mengeksekusi. Karena masih tahap sosialisasi, wewenang kita serahkan kepada Panwas,” imbuh Roby.

Namun, Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Muslim, balik melempar pernyataan ketua KPU itu. “Kita masih menunggu surat perintah dari KPU untuk menurunkan atribut baliho dan sepanduk para caleg yang tersebar di Tanjungpinang,” katanya.

Memang, ada beberapa caleg dan parpol yang berinisiatif melepas sendiri baliho mereka. Namun, masih ada juga yang kepingin wajahnya dikenang konstituen pada waktu yang singkat ini.

“Seharusnya, tanpa dipaksa pun sudah ada kesadaran sendiri bagi para caleg maupun parpol untuk menertibkan (alat peraga kampanye) yang menyalahi peraturan KPU ini,” timpal Roby.

Boleh jadi, untuk sementara ini, para caleg di Tanjungpinang masih leluasa memamerkan tampangnya di baliho.

Baliho Caleg Masih Merajalela | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose