Banjir Melanda, Kehadiran Buaya Ancam Warga

Share:

LinggaBaca » Diguyur Hujan Lebat, Seminggu Daek Lingga Lumpuh. – Akibat seminggu dilanda hujan, kawasan Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur sebagian besar tergenang air alias banjirBaca » Pohon Tumbang Timpa Mobil di Rawasari., pada hari Sabtu sore (4/3).

Akibatnya, keadaan banjir ini membuat beberapa buayaBaca » Warga Dompak Kembali Tangkap Buaya Sepanjang Dua Meter. yang tak jauh dari Sungai PinangBaca » Awali Tugas, Camat Lingga Timur Adakan Gotong Royong. masuk ke areal percetakan sawah dan diduga juga telah masuk ke areal permukiman warga.

Karena, disaat warga akan melalui akses jalanBaca » JALAN MENUJU KE KERANDIN DAN KE PEPAKE AKAN SELESAI TAHUN INI. satu-satunya antara Sungai Pinang menuju DaekBaca » Pesona Taman Tanjung Buton di Bulan Ramadhan., LoriBaca » Tak Kuat Naik Tanjakan, Lori Tergelincir Dan Sopir Kabur. yang menjadi angkutan warga diserang beberapa ekor buaya yang cukup besar ukurannya.

“Beruntung kami menggunakan lori, kalau sempat tadi berjalan kaki atau kendaraan roda dua, tidak tahulah nasib kami,” ujar Wiwik salah satu warga.

Percetakan persawahan yang berada di Desa Bukit Langkab yang berubah seketika menjadi lautan, membuat Wiwik dan warga lainnya mengurungkan niatnya menyeberang.

Jika warga yang ingin melintas, tak bisa melewati jalan tersebut begitu saja, dikarenakan air sungai yang meluap setinggi pinggul orang dewasa. Tentunya jalan penghubung ini tidak bisa dilewati motor atau mobil kapasitas kecil dan kehadiran tiga ekor buaya yang nyata terlihat oleh mereka menjadi ancaman.

“Ia pak terkejut saya kok jalannya banyak air, terendam pak semua sawahnya sudah macam lautan, saya dari Sungai Pinang mau ke Daek,” terang Wiwik.

Agar bisa melintasi jalan yang terendam tersebut warga setempat menyediakan lori yang lebih besar untuk mengangkut pengguna jalan yang ingin menyeberang ke Daek atau sebaliknya.

Pengguna jalan yang ingin melintasi, jalan tersebut terpaksa menggunakan jasa lori warga setempat, agar bisa melintasi jalan yang tergenang air.

“Mau tidak maulah dari pada saya tidak bisa ke Daek dan jadi korban serangan buaya, kami terpaksa menggunakan jasa angkutan lori yang disediakan,” ungkap Wiwik, warga Sungai Pinang itu.

Warga Bukit Langkab mematok tarif satu kali angkut, motor bersama pengemudi nya Rp 15.000. Panjang jarak yang ditempuh sekitar 500 meter.

“Ngeri bang, ekor buaya yang berada di sawah tersebut, tiba-tiba menyepakkan ekornya kearah ban lori yang saya tumpangi,” sambung Deva, warga Dungai Pinang. (Ryan)

Banjir Melanda, Kehadiran Buaya Ancam Warga | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose