Caleg Wajah Baru Bersaing di Pemilu 2014, So What?

Share:

Menjelang PemiluBaca » MK Kabulkan Pemilu Serentak 2019. Legislatif 2014, masing-masing caleg mulai memaparkan visi dan misinya guna menarik simpati publik. Hampir sebagian besar caleg-caleg yang maju, baik itu di tingkat pusat atau daerah didominasi oleh wajah-wajah lama atau incumbent.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA) Said Salahudin berpendapat, caleg-caleg muda atau baru harus memiliki upaya-upaya terobosan dan nilai jual lebih.

Anda caleg muda, so what? Caleg muda kurang bersuara terhadap isu-isu aktual, caleg muda harus menjadi nilai pembeda, ada bukti konkret yang dimiliki caleg muda, ujar Said dalam diskusi di KPUBaca » KPU Anambas Sediakan Media Center bagi Wartawan., Jakarta, Jumat (25/10).

Lebih lanjut, Said menambahkan, caleg muda harus mengambil peran dan memiliki kontribusi terhadap masyarakat, walaupun dengan segala keterbatasan seperti kekurangan materi ataupun logistik.

Seorang caleg baru, haruslah memiliki nilai pembeda dengan caleg lainnya apalagi dibandingkan dengan caleg petahana. Misalnya seperti soal DPT dia harusnya yang ngomong menunjukkan dia yang bekerja sejak awal. Dia menghimpun data mana yang belum terdaftar. Dia berkontribusi dulu, jelas Said.

Selain itu, kata Said, caleg-caleg baru bisa melakukan advokasi di Dapilnya. “Apa yang jadi masalah di dapil? Itu cara menarik perhatian pemilih. Kalau dapil di Jakarta Utara ada penggusuran, penggusuruan itu diperjuangkan. Atau lahan sawit diambil alih pengusaha, lawan! Jadi masyarakat bisa merasakan kontribusinya. Fungsi advokasi ini belum maksimal,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, caleg muda DPR dari PDIPBaca » Rakerda, PDI P Persiapkan Hadapi Pilwako Dan Pileg 2019. Dapil Banten Wanto Sugito menyatakan, sudah seharusnya pemuda-pemuda ambil bagian pada pemilu 2014Baca » KPU Bahas Zona Peraga Kampanye.. Dengan demikian, di Senayan terjadi perubahan calon wakil rakyat yang mumpuni.

Rilis KPK kan, lembaga DPR periode 2009 hingga sekarang dinilai paling korup. Nah jalan keluarnya periode 2014-2019 agar DPR tidak korup harus didominasi oleh darah segar anak muda semua, ujar Wanto.

Caleg Wajah Baru Bersaing di Pemilu 2014, So What? | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose