Dana Desa di Natuna Turun Sebesar Rp 16 Milliar

Share:

NATUNA – Dalam meningkatkan kapasitas dan kinerja perangkat desa, khususnya desa Cemaga.

Pemerintahan desa melalui desa Cemaga, melaksanakan kegiatan Pelatihan Perangkat Desa BPD, RT, RW dan LPMD, bertempat di gedung serbaguna desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Kamis (30/11).

Kepala Dinas PMD Natuna, Indra Joni dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pelatihan tersebut, yang memberikan dampak positif terhadap kelangsungan kinerja pemerintahan desa.

“Dari kegiatan ini mari kita petik dan ambil manfaatnya, untuk meningkatkan kemajuan desa,” ujarnya.

Masih kata Indra Joni, untuk tahun 2018 anggaran ADD dan DD ada penurunan atau deposit sekitar Rp 16 milliar, sehingga hanya tinggal Rp 55 milliar pertahun.

Terjadinya deposit ini tidak hanya terjadi di Natuna, tetapi diseluruh daerah di Indonesia.

“Penurunannya tidak besar, dari DD sekitar Rp 700 juta sampai Rp 900 juta, sedangkan ADD sekitar Rp 1,4 sampai Rp 2 Milliar. Meski terjadi penurunan, namun tunjangan untuk Kades beserta perangkatnya tetap akan bertahan diangka sebelumnya. Namun dipastikan tidak akan ada penambahan,” jelasnya.

Kesempatan sama disampaikan, Pendamping Kementerian Desa RI, Joko, suatu desa akan maju apabila adanya kerjasama antar pemerintah pusat dan daerah, pemerintah desa dan masyarakat.

“Kemajuan desa tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah desa tersebut, tetapi harus adanya dukungan dari pemerintah pusat, daerah, masyarakat maupun stecholder lainnya,” jelasnya.

Dikatakan Joko, Natuna memiliki berbagai potensi yang bisa dijual untuk menambah PAD, salah satunya sektor pariwisata.

“Tidak dapat saya katakan, kalau pariwisata Natuna ini sudah berkembang. Saya yakin akan banyak wisatawan luar yang berkunjung ke Natuna,”ucapnya.

Seharusnya, untuk di desa Cemaga ini banyak potensi wisata yang bisa dikelola oleh BUMDes, seperti pulau akar.

“Itu pulau akar, menurut saya sangat bagus dijadikan destinasi wisata, masyarakat sekitar bisa menjual berbagai kuliner khas Natuna dan sovenir. Disana juga pengunjung bisa berphoto selfi,” paparnya.

“Dalam pengelolaan tersebut harus di Perdes kan terlebih dahulu,” tambahnya.

Sementara Kades Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Idris mengatakan dengan menurunnya anggaran Desa, pihaknya kedepan (tahun 2018, red) akan memproritaskan program menunjang perekonomian masyarakat.

Masih kata Idris, selama tahun 2017 setiap anggaran yang dikuncurkan selalu di proritaskan ke pembangunan fisik.

“Pembangunan fisik akan kita kurangi. Sehingga tahun depan, akan kita fokus pada kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, melalui pelatihan kerja untuk kelompok tani, nelayan dan perikanan,” jelas Idris.

Kegiatan pelatihan tersebut, dibuka oleh Camat Bunguran Selatan, Erwenadi, S.E.

Dalam sambutannya, beliau mengatakan sebagai camat di Bunguran Selatan dan masyarakat di kecamatan tersebut merasa senang. Karena saat ini, perhatian pemerintah pusat, provinsi maupun daerah sangat baik.

“Perhatian pemerintah untuk Kecamatan Bunguran Selatan boleh diajukan jempol. Terutama pada pembangunan fisik sudah terlihat nyata,”katanya.

Selain itu, dikatakan Erwenadi, daerah Teluk Depih desa Cemaga Selatan sampai ke Selat Lampa akan diproritas untuk pembangunan minapolitan dan pariwisata.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari BPD, RT, RW dan LPMD desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari penuh.

Penulis : Imam

Dana Desa di Natuna Turun Sebesar Rp 16 Milliar | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya