Dewan Yang Bolos , BK : Mereka Cukup Cerdik Bila Diberi Teguran Lisan

0
79

Paripurna Molor Penyebab Dewan Dan OPD Banyak Pulang

Tanjungpinang – Banyaknya beberapa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang tidak tampak saat pelaksanaan Paripurna penyampaian Nota Keuangan Perubahan terhadap Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (ABPD) Tahun 2017, Ranperda Penanggulangan Kebakaran dan Ranperda Inisiatif DPRD tentang Zakat, Infaq dan Shadaqah.

Menanggapi hal ini, Anggota Badan Kehormatan (BK), Ismiyati mengatakan hal itu tidak sepenuhnya benar dari dewan bolos saat setiap paripurna digelar DPRD Tanjungpinang.

BK pun menilai dewan yang selama ini ada cukup lihai setelah diberi teguran lisan.

“Tidak bolos, mungkin disalah artikan, dewan kita sebagian ada yang ijin memiliki kegiatan lain dan ada berhalangan karena sakit,” ujar Ismiyati ketika dihubungi redaksi suara kepri, pada hari Kamis sore (19/10).

Lanjut Ismiyati, sebenarnya sebelum paripurna dimulai, sudah ada 18 anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang hadir berdasarkan absensi. Ini sesuai dengan jadwal paripurna yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB, Kamis pagi.

“Karena Wali Kota kita ada beberapa agenda kegiatan yang dihadiri saat itu, itulah penyebab paripurna kita molor. Sehingga sebagian dewan kita pulang dan termasuk Kepala OPD, yang merasa tidak tahan menunggu,” tegasnya.

Sementara itu, tegasnya lagi bahwa nama-nama seperti Agung Triyanto jadi juga sudah tampak hadir.

“Kalau nama Benny setahu kami beliau sakit beberapa terakhir ini, tetapi nanti akan coba hubungi keadaan beliau selanjutnya dan kenapa tidak bisa hadir,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman BK selama ini, setelah diberikan teguran lisan, dewan yang sebelumnya tidak hadir, paripurna berikutnya mereka hadir.

“Iya, selama ini dewan kita cukup cerdik, kita beri teguran lisan. Barulah mereka kembali hadir dalam paripurna atau kegiatan berikutnya,” paparnya.

Ismiyati menambahkan bahwa kehadiran dewan selama ini juga dipengaruhi suasana politik yang saat ini terjadi.

“Kita (Dewan) ini kan posisinya tidak sama seperti eksekutif, tetapi adalah legislatif yang berlatar belakang orang-orang politik. Bila ada pesta demokrasi yang terlaksana, mereka akan banyak terlibat. Sehingga suasana inilah yang menyebabkan ketidak kondusifan mereka bisa selalu hadir,” ungkapnya.

[sk]

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here