Diskominfo Tanjungpinang Himbau Tidak Terpancing Content Berbau Sara

0
75

Tanjungpinang, suarakepri.com – Terkait dengan beredarnya informasi yang tidak sepantasnya di laman website pemko Tanjungpinang, kembali meresahkan warga.

Kutipan berbau sara itu juga disebarkan dalam bentuk gambar (picture) yang discreen shot oleh akun Margaretha Ursula Suyatan di laman grup Facebook, info Tanjungpinang, Selasa malam, pukul 20.47 Wib.

“Izin bertanya kakak2 semua,tadi saya melihat website resmi pemko tg pnang. yang isinya menurut saya sangat tidak etis tertama menjurus kepada stigma negatif terhadap suku batak dan sunda.apa pantas media resmi milik pemerintah menulis kyk gini?.sapa yg hrs bertanggung jawab?tidak semua suku batak dan sunda seperti yang ada dalam gambaran umum kependudukan di website pemko.’trims,” begitulah status dari Margaretha.

Pihak Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) pun langsung meluruskan terkait informasi atau content tidak pantas tersebut.

Teguh Susanto, salah satu Kepala Bidang di Diskominfo Tanjungpinang langsung meluruskan.

“Dapat sampaikan bahwa isi content tersebut sama sekali tidak diproduksi oleh Diskominfo Tanjungpinang. Dalam pemuatan content website, kami memiliki SOP yg setiap isinya harus diketahui oleh pejabat eselon III,” ujar Teguh, Rabu (17/01), melalui akun resminya.

Lanjutnya, artikel tersebut merupakan produk dari oknum tak bertanggungjawab yang masuk secara ilegal. Dapat dikatakan ada pelaku hacker yang sengaja memasukkan content mempecah belah tersebut.

“Kita tidak tahu maksud dan tujuannya, namun artikel tersebut jelas rentan merusak tatanan sosial masyarakat, dan kerukunan hidup berbudaya yang terbangun sangat baik selama ini,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Tanjungpinang atas kejadian ini.

“Dan sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi kami untuk memperketat keamanan website dimaksud. Terima kasih atas perhatiannya,” ungkapnya.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here