DPRD Batam Dituding Terima Suap Rp 10 Miliar Untuk Kenaikan Tarif Listrik

Share:

BATAM, SuaraKepri.com – Ratusan warga Batam yang mengatas namakan Empat Aliansi LSM Kota Batam terdiri dari Laskar Anti Korupsi Perjuangan 45, LSM NCW Nasianal Coreption Wotch, LSM Aliansi Mahasiswa Batam dan LSM FPI Jawa Barat melakukan aksi demo di Kantot PLN Batam, Jalan Engku Putri, Senin (10/03). Aksi demo tersebut membuat kemacetan beberapa jam sepanjang protocol Pemko Batam.

Ketua Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Mulkan SE dari NCW melakukan orasinya menuntut pihak PLN agar tidak menaikan tarif listrik sewenang – wenang , sehingga mensengsarakan kaum warga miskin khususnya kota Batam sekitarnya. “Turunkan tariff harga listrik dan jangan sengsarakan rakyat,” soraknya.

Usai orasi pihak PLN mengizinkan untuk melakukan dialog tanya jawab kepada Empat aliansi di Ruang pertemuan sehingga terjadi dialog perdebatan sengit antara pihak PLN dengan LSM kota Batam tersebut.

Pihak PLN Batam saat itu diwakili oleh Direktur Bisnis, Ardian Toliqs , dituding pihak LSM bahwa PLN memberi suap sebesar Rp 10 miliar kepada pihak DPRD Kota Batam untuk kenaikan PLN. Hasil pertemuan dialog berbaur dengan emosi dan keluar dari ruangan meninggalkan pihak PLN.

Usai dari PLN Batam, pihak pendemo melanjutkan ke kantor DPRD Kota Batam melakukan orasi kembali yang diterima oleh Ketua Komisi III DPRD Batam, M Yunus, SE berjalan dengan tertib.

Yunus dihadapan para pendemo mengatakan bahwa pihaknya tidak ada memberikan rokemendasi kenaikan tarif listrik. “Kami, pihak Komisi III tidak ada yang menerima uang suap Rp 10 miliar dari pihak PLN , apa ada bukti dari pihak kalian. Bila ada segera laporkan dan penjarakan , tudingan bias itu mencemarkan nama baik saya dan intitusi DPRD Batam,” ungkapnya dihadapan para pendemo. (Indralis)

DPRD Batam Dituding Terima Suap Rp 10 Miliar Untuk Kenaikan Tarif Listrik | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya