Dua Terpidana Mati Menunggu PK di PN Tanjungpinang

Share:

Tanjungpinang – Dua terpidana mati yang telah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang beberapa waktu lalu, terus menunggu nasibnya dalam Pengajuan Kembali (PK). Sebenarnya ada tiga terpidana yang divonis mati, ‎yaitu terpidana A Yam, Jun Hao dan Deny. Tapi beberapa tahun lalu, terpidana mati Denny telah meninggal dunia karena sakit, hingga tinggal dua orang.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) KajariBaca » Nama Kajari Dicatut Untuk Memeras. Tanjungbalai Karimun, Bandry Almy SH mengatakan bahwa para terpidana divonis mati karena di Karimun memproduksi psikotropika jenis ekstasi sebanyak 15 ribu dan bahan baku pembuatan pil ekstasi sebanyak 6 Kg di Jalan Baran III nomor 62, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun pada April 2002‎ lalu.

“Kedua terpidana mati itu sebenarnya sudah bisa dieksekusi mati, tetapi karena Undang-undang memberikan Hak kepada keduanya untuk melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali, sehingga pelaksanaanya saat ini dilakukan,” ujarnya ditemui di PN TanjungpinangBaca » Mahasiswa Tuding Jaksa Bermain Terkait Kasus Penangkapan Kapal Ahang..

Dan jalur PK ini akan dilaksanakan juga di PN Tanjungpinang, Bandry menjelaskan bahwa dari Penasehat Hukum (PH) kedua pelaku, yakni Bernard Nainggolan, SH belum dapat menghadirkan kedua terpidana yang berada di Lapas Nusa Kambangan ke PN.Tanjungpinang.

“Kayaknya dari PHnya belum ada info dan masih kesulitan menghadirkan kedua terpidana,” tegasnya.

Kepala KejaksaanBaca » Menunggak Iuran, Kejaksaan Panggil 51 Perusahaan. Tinggi (Kajati) Kepri, Andar Perdana, pada hari Rabu (27/7/2016), membenarkan masuknya sejumlah terpidana mati asal Kepri dalam eksekusi mati gelombang ke III minggu ini.

Dan tiga nama terpidana yang masuk dalam eksekusi mati gelombang III ini, masing-masing Pudjo Lestari bin Sukamto (42), Agus Hadi Alias Oki dan Suryanto alias Ationg Bin Swehong (53).

Dari 14 nama terpidana yang akan diekesekui mati Kejaksaan Agung, 6 diantaranya adalah warga negara asing (WNA) dan 8 terpidana lainnya merupakan WNI.

“Ada yang dari Kepri, tapi mengenai nama, kami belum dapat menyampaikan siapa orangnya karena sampai saat ini Kejaksaan Agung belum menyampaikan,” ujar Andar.

Dua Terpidana Mati Menunggu PK di PN Tanjungpinang | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose