Empat Bidan Kesal Tidak Digaji Dua Bulan Oleh Puskesmas Melayu Kota Piring

Share:

Tanjungpinang – Empat orang bidan yang diperkerjakan di PuskesmasBaca » Lis : Puskesmas Standart ISO Harus Beri Pelayanan Prima. Pembantu (Pustu) Kota Piring kesal gajinya selama dua bulan tidak digaji. Empat Bidan berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) di Pustu Melayu Kota Piring, Tanjungpinang, sampai mengambil sikap untuk mengundurkan diri.

Dari pengakuan, mereka lulusan di salah Perguruan Tinggi berakreditasi A Kota Tanjungpinang tersebut, mengungkapkan kekecewaan dan merasa tertipu selama bekerja.

“Kami dijanjikan gaji sebesar Rp 1 juta perbulannya, terhitung dari bulan Januari sampai Maret 2017. Tapi cuma di upah hanya bulan Maret, saya dan teman-teman mengundurkan diri,” kata Rini, salah satu Bidan yang ikut mengundurkan diri, pada hari Sabtu (1/4).

Dia menguraikan secara terang sejak dari mulai masuk bekerja di bulan Oktober 2016, Kepala Puskesmas menjanjikan upah kerja per satu bulan. Perjanjian itu ditulis dalam kontrak kerja, berjalan mulus sampai Desember 2016.

“Kenapa bulan Januari dan Februari 2017 tidak dibayarkan sama upah kami,” katanya.

Dia menduga uang kerja selama dua bulan termasuk ketiga rekannya disengaja tidak dibayarkan pihak Puskesmas. Mereka dibayar satu juta untuk dua bulan dengan alasan minimnya keuangan di Puskesmas tersebut.

“Kemana upah yang lain, kami hanya di bayar satu juta untuk bulan Februari dan Maret, Rp 500 ribu perbulan,” ujarnya.

Rini menambahkan, dikarenakan mendengar penjelasan Kepala Puskesmas yang mengatakan belum tentu di upah pada bulan-bulan selanjutnya, dikarenakan alasan defisit, mereka memilih mengundurkan diri.

“Kami bereempat diminta memilih, katanya bekerja ya silahkan kalau tidak ya gak masalah, artinya gak ada pilihan, secara tidak langsung dimint mengundurkan diri,” ungkapnya.

Sementara Kepala Puskesmas Melayu Kota Piring, Dr. Puji Rahayu membantah tidak menggaji keempat Bidan tersebut. Dia mengatakan sebelumnya keempat THL itu dibayarkan dari dana rutin Pusksesmas.

“Pemerintah Kota Tanjungpinang menghapus salah satu pengajuan, di DPA di coret, itu untuk bayar gaji kerja mereka, saya cari jalan lain,” kata Puji.

Dia menambahkan, untuk mengupah keempat Bidan tersebut pada tahun 2016 menggunakan dana Kapitasi BPJSBaca » Pasien BPJS Kembali Diusir Dari Rumah Sakit. KesehatanBaca » Dilarang Sakit Keras di Kabupaten Anambas. dari setiap pelayanan di Pustu, dengan pembagian 60 persen untuk oprasional dan 40 persen belanja medis.

“Dari biaya BPJS dibayarkan ke mereka, ada hanya segitu mau gimana lagi,” ujarnya.

Kepada Antara keempat Bidan Pustu Melayu Kota Piring ini mengharapkan gaji mereka dibayarkan Puskesmas.

Sementara itu, apabila merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), mengatur bahwa tenaga Bidan sebagai terpenting dalam penyelenggaran layananan kesehatan.

Empat Bidan Kesal Tidak Digaji Dua Bulan Oleh Puskesmas Melayu Kota Piring | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose