Finger Print Yang Diterapkan di Kabupaten Karimun Sempat Gagal

Share:

Karimun – Ternyata pemberlakukan absensi Finger Print ternyata sempat gagal diterapkan di Kabupaten Karimun yang saat itu Nurdin Basirun menjabat sebagai Bupati Karimun. Bahkan Finger Print itu hanya berlangsung selama hampir kurang empat bulan, yang selanjutnya tidak berjalan lagi akibat peralatan finger printnya banyak yang rusak.

Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Karimun, berinisial K mengaku tidak berjalan optimalnya finger print itu karena alatnya banyak dirusak oleh para pegawai.

“Seingat saya pada tahun 2008 lalu dimulai disini (Pemkab Karimun-red), tetapi itu hanya berjalan empat bulan. Alat-alat finger printnya banyak mengalami kerusakan karena ulah para pegawai Pemkab Karimun sendiri,” ujarnya, belum lama ini dan meminta namanya dirahasiakan.

Pada penerapan finger print di Karimun pada akhir tahun 2008 lalu itu yang menjabat sebagai Kepala Bagian Urusan Pegawai (Kabag UP) Pemkab Karimun adalah Firmansyah. Pengadaan finger print ini berdasarkan kebijakan Nurdin Basirun untuk mendisiplinkan para pegawai, baik pada saat jam masuk hingga jam keluar.

Ini salah satu dari upayanya untuk perbaikan tingkat kehadiran adalah pengenaan sanksi bagi sipelanggar disiplin sesuai dengan aturan yang berlaku dan diberlakukannya sistem absensi digital mengunakan `finger print` sehingga untuk pemantauan kehadiran para staf menjadi lebih mudah.

Dengan tidak optimalnya finger print tersebut, sehingga pegadaan peralatan itu jadi sia-sia.

Finger Print Yang Diterapkan di Kabupaten Karimun Sempat Gagal | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya