Foto Penangkapan Tersangka Bom Boston Beredar

Share:

Topik Terkait

Advertisement
Pemprov Kepri
Dzhokhar Tsarnaev saat ditangkap.| Sean Murphy

Dzhokhar Tsarnaev saat ditangkap.| Sean Murphy

SEJUMLAH foto dramatis saat tersangka Bom BostonBaca » Dzhokhar Tsarnaev di Sampul Rolling Stone. Dzhokhar Tsarnaev ditangkap polisiBaca » Kapolsek : Saat Mijit, Korban Kejang-kejang. April lalu beredar.

Foto yang diambil dan dikeluarkan oleh Sersan Sean Murphy, anggota juru foto kepolisian Massachusetts memperlihatkan saat Dzhokhar, 19, masih berlumuran darah dan mengangkat tangan tanda menyerah serta terdapat bulatan merah bidikan laser senjata penembak jitu di keningnya, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (19/7).

Foto itu dia terbitkan ke majalah Boston Magazine tanpa seizin kepolisian Massachusetts. Dia bermaksud memperlihatkan wajah sesungguhnya dari tersangka Bom Boston saat ditangkap untuk merespon sampul depan majalah Rolling Stone teranyar yang memperlihatkan wajah Dzhokhar bak selebritas atau pahlawan.

Murphy mengaku marah karena melihat sampul depan majalah Rolling Stone itu. Selama 25 tahun berkarier di kepolisian dia merasa terhina oleh majalah Rolling Stone yang menggambarkan Dzhokhar seperti seorang bintang tenar.

“Terus terang, penggambaran sosok teroris itu tidak hanya menghina keluarga korbanBaca » Kapolsek : Saat Mijit, Korban Kejang-kejang. Bom Boston dan petugas yang tewas tapi foto itu juga bisa mendorong orang lain berbuat hal yang serupa supaya jadi sosok sampul depan majalah Rolling Stone,” kata dia kepada Boston Magazine.

Tidak lama setelah Murphy mempublikasikan foto itu dia dibebastugaskan dari kepolisian.

Redaktur Boston Magazine John Wolfson kemarin berkicau di akun media sosial Twitter: “Murphy sudah dibebastugaskan tapi belum dipecat. Dengar pendapat digelar pekan depan.”

Redaktur majalah Rolling Stone menolak meminta maaf karena menempatkan foto Dzhokhar di sampul depan majalah itu.

Foto Penangkapan Tersangka Bom Boston Beredar | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose