Gagal Mendarat, Pesawat Komersil Terbakar di Bandara RHF

0
2183
Simulasi: Penumpang pesawat berhamburan di samping landasan Bandara RHF, Tanjungpinang, Kamis (19/12) siang. | Zakmi

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Sebuah pesawat komersil Gonggong 1219/PK TNJ yang hendak mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah mengalami kecelakaan. Pesawat Boeing 737 seri 300 tujuan Jakarta-Tanjungpinang yang membawa 90 orang penumpang termasuk kru, pilot dan co-pilot terbakar pada Kamis (19/12) siang.

Dari informasi yang diterima, korban meninggal dunia berjumlah 5 orang, 8 orang luka serius, 7 orang luka berat dan trauma, 14 luka ringan dan 40 orang lainnya sempat menyelamatkan diri.

Kronologis kecelakaan berawal saat pesawat hendak mendarat di bandara RHF, roda bagian kanan patah. Akibatnya pesawat hilang kendali dan mesin menyentuh landasan hingga menimbulkan api yang sayap pesawat patah dan terbakar.

Sebelumnya pilot telah melaporkan kepada petugas Kontrol Lalu Lintas Pesawat Udara (Air Traffic Controller) bahwa pesawat mengalami masalah pendaratan. Dan pilot pun meminta petugas bandara untuk mempersiapkan bantuan di landasan.

Pesawat pun akhirnya melakukan pendaratan di landasan 22, pada saat roda menyentuh landasan tiba-tiba roda kanan patah dan pesawat hilang kendali. Pesawat keluar dari landasan sejauh 50 meter.

Tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi pendaratan dan memadamkan api di bagian sayap yang terbakar dengan semprotan busa. Setelah api padam, pemadam berusaha memotong pintu pesawat dengan gergaji mesin untuk menyelamatkan penumpang keluar dari kabin pesawat.

Evakuasi penyelamatan penumpang dan kru pesawat berjalan cepat dan baik. Sementara keluarga dan warga yang menunggu di luar bandara tampak mulai ramai yang ingin melihat kejadian.

Kecelakaan pesawat ini adalah simulasi penyelamatan dalam keadaan darurat di bandara Raja Haji Fisabilillah. Latihan gabungan 13 yang diadakan oleh Angkasa Pura ini bertujuan untuk melatih petugas penyelamat untuk menyelamatkan penumpang pesawat udara jika terjadi kecelakaan. Latihan ini juga dilakukan agar petugas bandara terbiasa menerapkan Standard Operational Procedure (SOP).

Menurut Direktur Operasi Kebandarudaraan PT Angkasa Pura II (Persero), Endang Sumiarsa, bahwa latihan gabungan ini menjadi kewajiban pengelola bandara yang dilakukan dua tahun sekali.

“Bandara Raja Haji Fisabilillah telah mengabiskan dana Rp 150 miliar. Berharap bandara ini menjadi pintu masuk dan keluarga ibukota Provinsi Kepri,” kata Endang Sumiarsa.

Kata dia, bandara Raja Haji Fisabilillah ini terus dikembangkan agar menjadi bandara terbaik. Bahkan Angkasa Pura memiliki cita-cita bandara ini menjadi bandara 10 besar terbaik di dunia.

GM Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Muhammad Suriawan Wakan, menambahkan, pelatihan penanggulan keadaan darurat tujuan untuk menguji kehandalan alat dan kemampuan personil di lapangan, bila kecelakaan ini benar-benar terjadi.

“Kita tidak inginkan kecelakaan ini benaran terjadi. Tapi kita harus tetap mempersiapkan kemampuan personil,” ujarnya.

Simulasi ini mengerahkan sebanyak tiga unit mobil damkar (pemadam kebakaran), satu unit mobil komando dan dua unit ambulan. Dan petugas yang ikut dalam simulasi ini berjumlah 232 orang.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here