Gubernur Tutup Perhelatan Tamadun Melayu I

Share:

Topik Terkait

Advertisement
Pemprov Kepri

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Penutupan perhelatan Tamadun MelayuBaca » LAM Riau Siap Menggugat, Kepri Melawan Dengan Puisi. I Tahun 2013 yang dipusatkan di Halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Provinsi KepriBaca » Gubernur Janji Tindak Tegas Kampus Bodong di Kepri., Minggu (29/9) malam, berlangsung semarak. Ribuan warga pun memadati halaman.

Sebelum penutupan, acara diawali pementasan tari kreasi (Tari Kedi) dibawakan tim dari Provinsi Riau. Kemudian dilanjutkan tarian dari Pulau PenyengatBaca » Pulau Penyengat Dideklarasikan Menjadi Warisan Dunia. utusan Provinsi Kepri, dengan judul Zapin Istana Bilik 44. Selanjutnya tarian Rentak Zapin Tradisi, dari Kabupaten Lingga dan disusul tarian Perdamaian Kuala Bulang yang dibawakan tim asal Kota Batam. Sebagai penutup, yakni persembahan tarian dari Negeri Klantan Malaysia dangan tari kreasi Dikir Barat.

Dalam sambutannya sekaligus menutup acara Tamadun Melayu I, Gubernur KepriBaca » Gubernur Pimpin Upacara Peringatan HAB Ke-68 . HM SaniBaca » Sani : Masyarakat Butuh Pemahaman Masalah Hukum.  mengharapkan penyelengaraan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku seni dan budayaBaca » Lis Kepada BPCB, Sebut Pulau Penyengat Cagar Budaya Religi., serta masyarakat Kepri.

“Acara Tamadun Melayu seperti ini, sudah lama tidak dilakukan dan terakhir dilakukan di tahun 1997 dan itu di lakukan di Pekanbaru Riau. Waktu itu dihadiri beberapa peserta saja. Tetapi kali ini, Tamadun Melayu I Provinsi Kepri diikuti empat negara yang tergabung dalam DMDI dan juga di ikuti 14 provinsi dan kabupaten/kota se-Kepri,” ungkap Sani, bangga. Lanjut Sani, budaya melayu merupakan toleransi dan kebersamaan.

“Kita juga mengetahui bahwa bahasaBaca » Ini Cara Menguasai Bahasa Asing Dalam 30 Hari. melayu merupakan cikal bakal bahasa Indonesia dan juga sebagai bahasa pemersatu bangsa. Saat ini kita juga akan membangun Monumen Bahasa MelayuBaca » Sekjend PWI Pusat Gadungan Minta Proyek Monumen Bahasa Melayu Dihentikan. yang akan dibangun di Pulau Penyengat, yang merupakan tempat lahirnya bahasa Melayu. Maka berbahagialah masyarakat melayu,” ungkap Sani.

Sani mengucapkan terimakasih kepada semua yang terlibat dalam perhelatan ini, terutama kepada panitia penyelenggara.

“Namun, apabila terdapat kekurangan, kita akan perbaiki di Tamadun berikutnya. Perhelatan ini mungkin terus diselenggarakan, hanya menunggu waktunya saja,” tutup Sani.

Sementara Ketua panitia Tamadun Melayu I yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Arifin Nasir dalam laporannya mengucapkan terimakasih kepada peserta baik dari dalam dan luar negeri. Juga terimakasinya kepada  pemakalah dari Jerman, Austarlia dan Malaysia yang telah memberikan waktu dan tenaganya.

“Perhelatan Tamadun Melayu I telah dilaksanakan secara baik dan sukses,” jelasnya dalam laporan.

Gubernur Tutup Perhelatan Tamadun Melayu I | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose