Gubernur: UMKM Usaha Kerakyatan Yang Menjanjikan

Share:

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Drs. H. Muhammad SaniBaca » Senin, DK Sosialisasi ke Batam. mengatakan, keberadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan potensi pengembangan ekonomi yang bisa mendongkrak pertumbuhan pendapatan perkapita penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Hanya saja, diakuinya di KepriBaca » KPK Terima 766 Aduan dari Kepri. hingga saat ini belum maksimal pengembangan UMKM yang ada. Hal ini dikatakan Gubernur ketika melantik pengawas dan direksi Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) Kepulauan Riau di D’ Green Km 8 atas Tanjungpinang, Kamis (23/1/2014).

Beberapa hal yang membuat pertumbuhan UMKM mengalami stagnan diantaranya masalah dana bergulir yang rotasinya tidak lancar, sehingga tidak bisa berkembang. Disamping itu persoalan lainnya adalah masih menggiurkannya bidang investasi, terutama dibidang industri. Sehingga bisnis yang bersifat mikro, kecil dan menengah kurang mendapatkan perhatian.

“Sejauh ini pertumbuhan ekonomi Kepri sudah cukup baik, lebih baik jika dibanding daerah lain. Cuma saja kontribusi terbesar masih didomonasi oleh bidang investasi dan industri. Oleh sebab itu kedepannya harus kita dongkrak juga di bidang-bidang lainnya, salah satunya adalah dibidang UMKM ini. Karena kita tahu bahwasanya potensi dari bidang UMKM ini sangat besar untuk membantu pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Kepri. Oleh sebab itu, dengan adanya LPDB ini, agar ada tindakan-tindakan kongkrit dalam hal pengawasan terhadap dana yang digulirkan. Siapapun yang sudah menerima bantuan agar lancar proses memulangkannya, dan tahun berikutnya bisa mendapatkan,” kata Gubernur kemarin.

Pada kesempatan ini hadir juga Ketua DPRD KepriBaca » Jumaga: Dewan Itu di Kedai Kopi Pun Bekerja. Nur Syafriadi, beberapa kepala SKPD. Gubernur juga berkesempatan menandatangni peresmian kantor LPDB Kepri, menyerahkan dana bergulir kepada beberapa Koperasi dan UKM, serta menyaksikan penandatanganan kersjasama antara Pemerintah Provinsi KepriBaca » Gubernur Himbau Operator Kapal Jangan Angkut Penumpang Lebihi Kapasitas. yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Koperasai dan UKM Amhar Ismail dengan Bank Rakyat Indonesia.

Sani juga menginstruksikan agar para penggerak perekonomianBaca » Perekonomian Lesu, Arus Penumpang di Pelabuhan SBP Menurun. di Kepri mencari terobosan guna mendongkrak ekonomi di Kepri. Diantaranya dengan memacu geliat investasi di Kepri yang hingga saat ini memang sedang tumbuh, diiringi dengan membaca kendala-kendala serta mencari solusinya.

“Dulu Batam adalah satu-satunya tujuan investasi yang menggiurkan bagi kalangan investor, sehingga bisa maju dengan pesat. Namun seiring dengan perjalanan waktu , sekarang sudah banyak daerah-daerah saingan. Itu adalah salah satu kendala nyata yang harus dihadapi secara bersama,” katanya.

Permasalahan lainnya adalah soal buruh yang tidak berkesudahan. Karena di Indonesia secara umum, setiap tahunnya selalu disibukkan dengan masalah pengupahan. Dan bagaimanapun juga hal tersebut harus dihadapi dan dicarikan solusi agar masalah pengupahan tidak lagi menjadi kendala dalam meningkatkan perekonomian di Kepri. Serta masalah yang lain adalah masalah hutan lindung yang secara tidak langsung juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kepri, karena bisa saja mengurungkan niat investor yang ingin berinvestasi disebuah lahan yang semestinya bisa dibangun, namun ternyata terbentur dengan masalah kehutanan dimaksud.

“Persoalan-persoalan seperti itulah yang harus kita perhatikan. Dan itulah pembangunan yang sebenarnya, setiap saat kita akan dihadapkan dengan masalah-masalah baru yang sebelumnya tidak pernah kita fikirkan bakal terjadi,” kata Sani.

Adapun pendongkrak perekonomian yang paling krusial adalah masalah infrastruktur, baik itu listrikBaca » Tarif Listrik Resmi Akan Naik 15 Persen. maupun air. Ditambah lagi dengan masalah connektivity, baik itu dalah hal transportasiBaca » Lawit dan Bukit Raya Akan Kembali Jelajahi Seven Island. pesawat, kapal laut maupun akses jalan untuk mempersingkat jarak.

“Semuanya, satu persatu kita benahi. Kapal kita tambah, bandara kita bangun daerah-daerah dan akses jalan kita perbaiki. Jika semua itu sudah memadai maka arus barang, orang dan uang akan jelas lancar. Dan tentu muara akhirnya akan berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sani. (Humas)

Gubernur: UMKM Usaha Kerakyatan Yang Menjanjikan | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose