Gugatan Korban Laka Lantas Dikabulkan PN Batam

Share:

PT. Karya Agung Kencana Wajib Bayar Ganti Rugi

BATAM, SuaraKepri.com – Pengadilan Negeri (PN) Batam mengabulkan gugatan ahli waris Ahui, korbanBaca » Tertembak Meriam Teman, Ini Daftar Tentara yang Tewas saat Latihan Perang di Natuna. laka lantasBaca » Korban Bernama Santoso, Pedagang Otak-otak di Pelabuhan. yang meninggal dunia di simpang lampu merah Universitas Internasional Batam (UIB), Baloi, setelah ditabrak truk milik PT. Karya Agung Kencana.

Pengabulan gugatan ahli waris dibacakan oleh Hakim PN BatamBaca » Baku Hantam di Sel, Satu Tahanan Terluka. dalam agenda keputusan pada hari Senin (17/2). Dengan demikian pihak tergugat wajib membayar ganti rugi kepada pihak penggugat sebagai korban.

Pengacara penggugat, Edi Hartono, SH mengatakan persidangan putusan digelar pada tanggal 5 Februari 2014 lalu tanpa dihadiri oleh pihak penggugat dan tergugat. Karena persidangan sudah dijadwalkan, putusan tetap dibacakan meski penggugat dan tergugat tidak hadir.

“Putusannya, tergugat harus membayar ganti rugi materil untuk ganti rugi perobatan dan pemakaman Rp139 juta. Sedangkan untuk kerugian imaterial Rp 300 juta sebagai tunjangan biaya sekolah dua orang anak korban lakalantas,” terang Edi Hartono kepada SuaraKepri.com.

Hingga berita ini diturunkan, pihak tergugat belum dapat dikonfirmasi apakah akan melakukan banding atau menerima putusan hakim.

Diberitakan sebelumnya, PT. Karya Agung Kencana digugat perdata oleh ahli waris dari Ahui, korban laka lantas yang meninggal dunia di simpang lampu merah Universitas Internasional Batam (UIB), Baloi. Usai ditabrak truk milik perusahaan tersebut pada pada 22 November 2012 lalu, nyawa korban tidak dapat tertolong lagi.

Dikatakan oleh Nur Wafiq, penasehat hukum ahli waris Ahui bahwa pihaknya menggugat PT. Karya Agung Kencana yang bergerak di bidang suplai gas itu karena tidak mau bertanggung jawab.

Untuk itu gugatan ke PN Batam pun dilayangkan untuk mengganti rugi biaya perobatan Rp 130 juta dan biaya pemakaman Rp 18 juta. “Perusahaan itu juga diminta untuk menanggung biaya sekolah dua anak korban yang masih berusia 10 tahun dan 1,5 tahun sebesar Rp 1 miliar,” ujar Nur.

Jalan mediasi sempat dilakukan antara dua pihak, namun pihak tergugat hanya sanggup Rp 50 juta. “Saat mediasi, pihak tergugat hanya mau mengganti rugi Rp50 juta tanpa mau menanggung biaya sekolah dua anaknya,” ungkapnya. (indralis)

Gugatan Korban Laka Lantas Dikabulkan PN Batam | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose