Hindari Musibah Trasportasi Laut, Natuna Terus Bangun Pelabuhan

0
783
Pelabuhan Serasan yang turut dibangun dan dikembangkan.

Natuna – Mengingat geografis Kabupaten Natuna sebagian besar wilayahnya adalah laut dan terdiri dari beberapa pulau, maka armada kapal angkut untuk penumpang dan barang sangat dibutuhkan.

Hal ini untuk kelancaran berjalannya roda perekonomian di kabupaten tersebut dan kecelakaan laut, untuk itu Kepala Dinas Perhubungan, Wan Siswandi mentargetkan pembangunan pelabuhan di setiap kecamatan harus terpenuhi, mengingat masih ada beberapa kecamatan yang belum tersedianya.

“Natuna masih banyak membutuhkan pelabuhan sandar untuk kapal penumpang sekelas bukit raya, diantaranya Kecamatan Subi, Pulau Laut, Midai dan Serasan,” kata wan siswandi saat di temui wartawan koran ini di kediamanya, Kamis(17/3).

Dalam kesempatan tersebut Wan juga menjelaskan, untuk mencapai program tersebut dinas perhubungan telah melaksanakan beberapa kegiatan pembangunan pelabuhan, yang hampir sebagian besar bersumber dari dana dari APBN.

“Dan ini kita lakukan agar kita tidak terlalu membebani uang APBD Natuna kita,” jelas Wan.

Lanjut Wan, kita juga mengusulkan dimana kecamatan yang belum mempunyai pelabuhan perintis kita buatkan, bagi kecamatan yang sudah mempunyai pelabuhan perintis kita tingkatkan menjadi pelabuhan kapal sejenis Bukit Raya.

“Salah satu contoh kecamatan Pulau Laut yang tengah kita bangun pelabuhan besar. Yang nantinya bisa digunakan tempat bersandar kapal penumpang seukuran Bukit Raya, dan mudah – mudahan akan terselesaikan tahun 2016 ini. Kita juga membangun pelabuhan yang sama di kecamatan lain, seperti Serasan, Midai dan Subi,” tegasnya.

Bukan hanya pelabuhan, nantinya kita juga akan meminta pemerintah pusat untuk memberikan bantuan 2 unit kapal lagi untuk mengangkut penumpang dan barang yang bisa memuat seratus orang penumpang. Yang mana nantinya kapal tersebut akan kita operasionalkan untuk dua wilayah yaitu Bunguran Barat dan sekitarnya.

“Satu lagi untuk wilayah sms ( Serasan, Midai, Subi ) dan itu sudah kami ajukan. Mudah–mudahan tahun berikutnya akan terealisasi dan untuk sementara ini kita sudah mendapatkan bantuan dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Trasmigrasi ( KDPDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Dirjen PDT) berupa bantuan Hibah kapal fery KM. Pulau Senoa,” jelasnya.

Bantuan itu diberikan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna yang diterima langsung oleh Kadis Perhubungan dan Parpostel Natuna, Wan Siswandi di Jakarta pada berapa waktu yang lalu. Dan menurutnya kapal tersebut bisa mengangkut sekitar 70 orang dan Wan pun belum bisa memastikan nanti di Peruntukan untuk apa.

“Kita lihat saja nanti kebutuhan yang mana yang mendesak. Kapal itu akan tetap menggunakan subsidi dari pemerintah daerah, namun anggaran kan tak terlalu besar karena kapalnya kan kita punya sendiri, paling cuma biaya operasionalnya aja,” ungkapnya. (chandra)

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here