Inilah Penyebab Ledakan di Natuna Dan Ilawati Tewas

0
772
Inilah Foto Ilawati semasa masih hidup. Ist

Ilawati tewas diduga letusan Muhandak

NATUNA, SuaraKepri – Warga Desa Telok Buton, Kecamatan Bunguran Utara, digegerkan dengan adanya letusan di salah satu rumah warga, yang mengakibatkan pemilik rumah atas nama Ilawati (35) tewas.

Menurut keterangan dari adik ipar korban (saksi, red), Muksin mengatakan adanya suara letusan yang berasal dari rumah korban sekitar pukul 12.30 WIB.

“Saya mendengar suara letusan yang sangat kuat dirumah korban dan saya langsung berlari menuju kerumah korban, tiba-tiba saya melihat korban sudah meminta tolong dengan keadaan korban sudah penuh luka,” kata Muksin saat dijumpai di lokasi kejadian, Senin (12/02).

Anehnya, lanjut Muksin mengatakan saat dilokasi kejadian luka ditubuh korban tidak ada darah.

“Saat saya membantu korban, lukanya atau sobekan diperutnya tidak mengeluarkan darah,” ujarnya.

Lebih jelas, Muksin mengatakan korban sempat mengucapkan “Tolong Saya dan Anak Saya”.

“Saya langsung menolong korban dan belum sempat memikirkan penyebab dari letusan tersebut. Dan kita langsung membawa korban ke RSUD Natuna yang jarak begitu jauh dari perkampungan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kadus Desa Teluk Buton, Bujang Abas, kita tidak tau persis seperti apa kronologisnya, cuma suara letusan tersebut sangat kuat.

“Ini kejadian yang pertama dan sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini,” tambah Bujang.

Dari perkataan saksi-saksi kepada wartawan suarakepri.com dilapangan, maka dapat disimpulkan kronologis kejadian.

Saat saat itu korban (Ilawati, red) sedang bakar ikar didapur untuk makan bersama keluarganya, tiba-tiba dapur tersebut langsung meledak.

Informasinya, rumah tersebut baru ditempati selama setahun, sedangkan dapurnya baru buat/dipakai sekitar 3 hari yang lalu. Untuk membuat dapur tersebut mereka mengambil tanah/pasir dilokasi lain atau dilokasi tempat Latgab dulu.

Kemungkinan mereka menemukan Munisi Bahan Peledak (Muhandak) yang sengaja mereka simpan dirumah, tepatnya didapur, dengan tidak sengaja munisi tersebut meledak karena terlalu panas.

Menurut saksi dilapangan, banyaknya anak-anak di Desa Telok Buton mencari slongsong muhandak bekas latgab PPRC TNI setahun lalu untuk dijual kepada pembeli barang rongsokan.

Bhabinsa Kecamatan Bunguran Utara, mengatakan untuk sekarang kita belum bisa mengambil kesimpulan penyebab dari ledakan tersebut.

“Untuk masalah muhandak bekas PPRC TNI setahun lalu, sudah kita himbaukan kepada masyarakat, apabila menemukan muhandak atau benda dari latgab tersebut agar bisa diserahkan langsung kepada Bhabinsa atau ke pemerintah desa, supaya menghindar dari kejadian yang tidak kita inginkan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya mengatakan, pihak TNI sudah melakukan pembersihan setelah kegiatan latgab tersebut.

Korban meninggalkan seorang suami (Zaman,red) dan 4 orang anak, yang paling tua berumur sekitar 16 tahun dan anak bungsu berumur 8 bulan.

Laporan :Imam

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here