Isdianto Atau Rini Diisukan Dipersiapkan Untuk Dampingi Nurdin Basirun

Share:

Tanjungpinang – Berdasarkan informasi yang beredar, Isdianto dan Rini Fitriyanti merupakan dua orang yang digadang-gadangkan akan dipersiapkan untuk menggantikan posisi almarhum Gubernur Kepri, HM Sani yang telah wafat pada hari Jumat, 8 April 2016 kemarin. Kedua orang ini dikabarkan, akan ditentukan salah satunya untuk mendampingi Nurdin Basirun dalam memimpin Kepri kedepannya.

Bahkan, sumber yang diperoleh SuaraKepri, bahwa kedua orang tersebut sangat dekat dengan sosok ‘Untung Sabut’ yang ¬†akrab disapa Ayah Sani tersebut. Dari kedua orang inilah yang paling mengetahui harapan dan arah kebijakan yang akan dilakukan almarhum yang kembali memimpin Kepri Periode 2016-2021. Bahkan, bagaikan wasiat yang tak terelakan, mereka juga yang paling mengetahui janji politik dan harapan masyarakat Kepri yang ingin diwujudkan almarhum Sani.

Isdianto adalah Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Provinsi Kepri, yang juga notabenenya adalah adik kandung almarhum Sani. Sementara itu, Rini Fitriyanti merupakan Putri Bungsu dari HM Sani yang setia terus mendamping dan membantu keperluan almarhum dalam menjalankan aktivitas baik masa kampanye maupun setelah kembali memimpin.

“Kabar yang kami dapat dan peroleh, memang seperti itu dari kerabat terdekat almarhum. Bagaikan wasiat, begitulah kenyataan yang ada. Kedua sosok tersebut paling mengetahui dan harus dapat mewarisi tradisi kepemimpinan almarhum,” ujarnya meminta namanya untuk dirahasiakan, pada hari Senin pagi (11/4).

Lanjutnya, jika memang kabar itu terjadi, ia pun berharap salah satu dari kedua orang tersebut dapat meneruskan cita-cita almarhum yang belum kesampaian. Selain itu, ia juga menilai, bahwa didiri wakil Gubernur Kepri saat ini, Nurdin Basirun pasti banyak juga mendapat pesan dan harapan beliau.

“Ini kembali lagi dengan yang lebih berwenang, yakni partai Demokrat serta partai koalisi pengusung lainnya seperti Nasdem, Gerindra, PKB dan PPP. Apabila memang isu ini benar, maka harapan terlaksananya cita-cita almarhum akan mudah dan lebih besar terlaksana,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekjen DPP Demokrat, Hinca Panjaitan pada saat melayat almarhum di Rumah Sakit Abdi Waluyo mengatakan bahwa tentang pengganti almarhum Sani belum ada dibahas DPP Partai Demokrat dan dinilainya tidak wajar bila dibicarkan karena masih dalam keadaan berduka.

“Untuk sementara, kita teruskan saja dulu. Kan ada wakil Gubernur Kepri yang menjalankan sementara kepemerintahan di Kepri. Jadi biar nanti waktu yang tepat kita bicarakan, baik itu di internal partai, partai koalisi hingga Mendagri. Karena saat ini partai demokrat sedang berduka,” ujar Hinca kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu, wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Natuna, juga tidak mau berkomentar banyak soal tersebut.

“Kita jangan bahas itu dulu,” kata Nurdin Basirun, yang mengalihkan topik pembicaraan saat turut memanen jagung yang dikelola oleh Kodim Natuna.

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Partai Gerindra, melalui Ketua DPD Provinsi Keprinya, Iman Sutiawan yang juga menegaskan bahwa tidak etis dan beretika bila membicarakan siapa yang akan menggantikan almarhum.

“Ini masih dalam suasana berduka, kita jadi sangat tidak etis dan beretika bila berbicara soal itu. Kita ini semua lagi sangat kehilangan sosok Ayah Sani yang menjadi panutan di Kepri,” ungkapnya saat dijumpai di malam keakraban Partai Gerindra DPC Kota Tanjungpinang.

Sementara itu, Isdianto atau Rini, belum berhasil dikonfirmasi terkait isu ini. Ponsel Isdinato saat dihubungi, tidak dalam posisi aktif.

Isdianto Atau Rini Diisukan Dipersiapkan Untuk Dampingi Nurdin Basirun | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya