Kades Dan Aparat Setempat Hentikan Loading Pasir di Desa Limbung

Share:

LinggaBaca » DPRD Lingga : Bupati Terpilih Harus Menepati Janji. – Kepala Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara dan Aparat setempat telah menghentikan aktivitas loading pasir ke sebuah TongkangBaca » Tongkang Terdampar, Hampir Hantam Nelayan. setelah adanya komplain dari masyarakat setempat.

Hal ini dibenarkan oleh KadesBaca » Dua Oknum Kades Resmi Ditahan Kejari. Limbung, Andi Mulya membenarkan adanya loading pasir darat di daerahnya.

“Benar ada, tetapi yang melakukan aktivitas bukan PT. Tri Tunas Unggul, melainkan perusahaan lama yakni PT. Tri Tunas Utama. Hanya peralatan menggunakan PT. Tri Tunas Unggul,” ujar Andi, ketika dihubungi SuaraKepri melalui ponselnya, pada Kamis Siang (27/7).

Andi juga menjelaskan, PT. Tri Tunas Utama hanya mengambil fail atau stok lama milik mereka.

“Dan saat loading, didatangi diprotes dan dihentikan masyarakat. Karena aktivitas ini dinilai warga telah merugikan mereka. Tidak ada bentrok dan berlangsung kondusif dan tertib,” terangnya.

Warga setempat sendiri, ditegaskan Andi bahwa warga meminta kerugian sebesar Rp 60 juta, tetapi pihak masih keberatan.

“Jadi, saya dan aparat gabungan setempat seperti KepolisianBaca » Pihak Kepolisian Melakukan Pengejaran Pelaku Pengancaman Hingga Pencabulan. serta TNIBaca » Oknum Anggota TNI AD Nyaris Dibakar Massa di Lokalisasi. menghentikan aktivitas mereka. Sampai pihak masyarakat berunding dan memenuhi kerugian masyarakat yang diminta,” tegasnya lagi.

Berita sebelumnya sebuah tongkang milik PT. Tri Tunas Unggul diinformasi telah melakukan loading pasir darat di Desa Limbung, Kecamatan Lingga Timur, Daek, Kabupaten Lingga, Kamis (27/7).

Berdasarkan keterangan yang masuk ke redaksi Suara Kepri dari Lis Banowati mengatakan PT. Tri Tunas Unggul belum mengantongi Perijinan, termasuk Ijin Usaha Pertambangan (IUPBaca » Belum Memiliki Ijin, Pasir Diduga Mulai Diekspor Ke Singapura.).

“Perusahaan ini IUP dan ijin Ekplorasinya diduga Aspal (asli tapi palsu). Sedangkan IUP pengolahan dan penjualan belum keluar,” ujarnya.

Ia pun meminta agar aktivitas tambangBaca » Tambang Pasir di Desa Limbung Diduga Libatkan Oknum ASN Pemkab Bintan. pasir darat ini ditindak lanjuti.

“Mohon bantu diberitakan karena merusak lingkungan. Dan aktivitas ini telah merugikan masyarakat khususnya nelayanBaca » Aroma Penolakan 6000 Kapal Nelayan Asal Jawa Mulai Bergaung di Natuna.,” ungkapnya.

Lanjutnya, hari ini tongkang akan berangkat ke Singapura untuk ekspor pasir darat dari Lingga.

“Sepengetahuan saya ekspor bahan mineral C tidak diperbolehkan karena UU minerba sudah jelas melarang,” tutupnya. (Ryan)

Kades Dan Aparat Setempat Hentikan Loading Pasir di Desa Limbung | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose