Kampanye Haram, Minta Restu Boleh

Share:

Sosialisasi di Masjid, Laporkan Calegnya!

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – CALON legislatif (Caleg) yang memanfaatkan datangnya bulan suci RamadanBaca » Peluang Emas di Bulan Ramadan. dengan berkampanye terselubung atau sosialisasi di masjid bakal berhadapan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Banwaslu) Kepri.

Melakukan kampanyeBaca » Panwaslu Masih Menemukan Pelanggaran Kampanye Melibatkan Anak Dibawah Umur. saat Ramadan di masjid menjadi cara Caleg karena biayanya murah. Namun peringatan keras sudah dikeluarkan pejabat BawasluBaca » Mobil Plat Merah Terlihat Saat Pendaftaran SAH Dan Sahnur. Kepri yang mengingatkan agar Caleg menjagaetika. Tak diperkenankan kampenya di masjid, musala dengan menumpang datangnya Ramadan.

“Ramadan tahun ini sangat tepat untuk melakukan kampanye terselubung bagi Caleg. Di masjid bisa saja seseorang memperkenalkan dirinya Caleg. Kami berharap peran serta masyarakat untuk selalu bekerja sama memberikan informasi pelanggaran kepada kami,” kata Ketua Banwaslu Kepri, Razaki Persada, Senin (15/7).

Kata Razaki Persada, kalau ada caleg yang berkampanye atau melakukan sosialisasi di masjid, atau tempat ibadah lainnya, warga boleh melaporkannya disertai bukti. Laporan boleh disampaikan langsung ke Bawaslu KepriBaca » Bawaslu Laksanakan Media Gathering Persiapan Pilkada 2018 Dan Pemilu Raya Tahun 2019. atau Panwaslu kabupaten dan kota di Kepri.

“Memperkenalkan diri pada masyarakat diperbolehkan, apalagi menjalin silaturahmi di bulan Ramadan. Tetapi, kalau melakukan kampanye, menyosialisasikan diri, Caleg harus bersabar dan menunggu jadwal kampanye yang sudah ditentukan oleh KPUBaca » KPU Anambas Sediakan Media Center bagi Wartawan.,” ungkap Razaki.

Di tempat terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanjungpinang, Bambang Maryono menegaskan haram hukumnya kalau ada Caleg memanfaatkan padatnya kegiataan keagamaan di masjid dengan berkampanye.

“Memperkenalkan diri dan minta doa restu diperbolehkan, karena bulan Ramadan ini minta doa restu cukup baik.
Tapi, kalau di masjid berkampanye, minta dukungan dan minta dipilih nanti, itu tidak boleh. Haram hukumnya masjid di jadikan tempat berkampanye Caleg,” tegasnya.

Hal sama juga disampaikan pengamat politikBaca » PDIP Coret Nama Asmin Patros. Provinsi Kepri, Zamzami A Karim, tak menampik Ramadan menjadi bulan baik bagi seseorang untuk memperkenalkan diri. Namun diharapkan tak mengarah ke kampanye.

”Banyak juga dai, ustaz, pengurus masjid maupun tokoh masyarakat menjadi Caleg. Kalau memperkenalkan diri, minta doa restu kalau dirinya menjadi Caleg, sah-sah saja. Tapi tak boleh berkampanye di masjid, karena sudah ada larangan dari KPU dan Panwaslu tentu mengamati gerak-gerik para Caleg selama Ramadan,” kata Zamzami.

Namun menurut Zamzami, kalau seseorang minta restu di hadapan jamaah belum pelanggaran.

Jika restu itu ditambahi dengan ajakan untuk memilihnya di Pemilu 2014Baca » Daftar Pemilih Sementara Belum Diumumkan di Bintan Utara . mendatang, membagi-bagikan atribut kampanye itu yang jelas masuk ranah pelanggaran.

Kampanye Haram, Minta Restu Boleh | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose