Kampung Pengambil Kabupaten Lingga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

0
124

Lingga, suarakepri.com – Desa Sungai harapan, kecamatan singkep barat kampung pengambil, pada saat ini belum juga mengalir air bersih sejak dibangunnya bak penampungan air, Jum’at (12/18).

Informasi yang di peroleh dari salah satu warga kampung pengambil, air bersih ini sudah sangat lama tidak berjalan bahkan sampai sekarang, air bersih yang di harapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat tidak lagi bisa dirasakan oleh warga kampung pengambil.

Bahkan menurut,supardi, salah satu warga dusun I pengambil,tidak pernah keberatan jika harus di pungut biaya operasional sebesar,Rp30.000 per-bulan,tapi dengan syarat air bersih di kampung mereka bisa jalan kembali tampa adanya kendala apa pun.

“Dulu jalan airnya tapi sebentar, habis itu tidak pernah jalan lagi sampai saat ini, sebenarnya kami tidak pernah keberatan mau di pungut biaya operasional air, tapi asalkan air di kampung kami bisa jalan kembali ,ini boro-boro mau menikmati air bersih,belum sampai satu bulan, air bersih di kampung kami sudah tidak jalan lagi, gimana kami mau bayar, padahal kalau dulu saat air bersih masih di ambil dari dusun II cilatip, kami cuma di pungut biaya operasional sebesar Rp10 ribu saja perbulan, tapi lancar-lancar airnya,” ujar supardi.

Lanjutnya, ia sangat menyayangkan,kenapa air bersih di dusun II kampung cilatip dan panggak,selama ini tidak ada masalah, bahkan jalan dengan normal.

Bagi supardi, kebutuhan masyarakat harus di utamakan,apalagi masalah air bersih,masyarakat sangat membutuhkan, bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dll.

Ia pun menyebutkan, padahal waktu saat air bersih masih di ambil dan dialiri dari dusun II kampung cilatip,menurutnya itu sudah lebih dari cukup,dan tidak perna ada masalah,tinggal di tambah mesin air,untuk membantu memompa air dari cilatip ke pengambil.

Sedangkan menurutnya kenapa sekarang harus di bangun tempat penampungan air yang baru,sampai harus menimbulkan masalah yang baru dan berdampak pada masyarakat dusun I pengambil.

“Kalau lah tempat baru di bangun, otomatis biaya operasional semakin besar, belum lagi untuk minyaknya,gaji orang yang jaga mesin,ia kalau jalan airnya lancar, kami kalau airnya jalan lancar-lancar saja seperti dulu,kami pun sebagai masyarakat tidak keberatan membayar uang operasional,” tambahnya

Maklumlah masyarakat di Dusun I pengambil ini, rata-rata warganya tidak memiliki pekerjaan tetap, apalagi banyak warga kami yang sudah berumur lanjut.

“Terkadang kami pun sangat membutuhkan kemudahan dalam mendapatkan air bersih,jika ada situasi yang genting, atau ada warga yang meninggal,kami tidak perlu bingung lagi untuk mendapatkan air bersih,” ungkapnya.

Penulis : Ryan

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here