Tepi Laut, Kawasan Perekonomian Yang Perlu Ditata Kembali

Share:

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Keingin sejumlah orang agar pusat jajanan kuliner Melayu Squer, Tepi Laut untuk dikembalikan fungsi kembali sebagai alun-alun Kota Tanjungpinang. Ditanggapi sah-sah saja oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, akan tetapi saat ini wilayah tersebut merupakan pusat perekonomian masyarakat.

Selain memikirkan kebersihan dan keindahaan, Lis kepada SuaraKepri.com pada hari Rabu (29/1) juga berharap aspek perekonomian masyarakat turut diperhatikan.

“Sebagai masukan sih, boleh-boleh saja. Tetapi ada beberapa pertimbangan yang mana kawasan tersebut sudah menjadi pusat perekonomian masyarakat ramai,” ujarnya.

Jelas Lis, yang perlu diperhatikan serta menjadi pikirannya adalah bagaimana menata kembali kawasan tersebut supaya tetap menjadi sebagian kawasan hijau.

“Kita juga akan tetap mempertahankan daerah tersebut tetap menjadi kawasan ekonomi masyarakat yang sudah ada sampai sekarang,” pintanya.

Yang menjadi pertimbangannya saat ini adalah bagaimana cara untuk menjaga keseimbangan antara kawasan hijau dan kawasan perekonomian masyarakat.

“Keduanya harus kita pertahankan. Saat ini kita sudah membuat ‎
Detailed Engineering Design (DED) terhadap penataan kawasan tersebut (Melayu Squer-red),” katanya.

Dengan penataan kawasan tersebut, Lis juga berharap selain menjadi kawasan ekonomi dan kawasan hijau. Melayu Squer serta kawasan Tepi Laut tetap menjadi kawasan tempat bersantai dan akhir pekan yang nyaman bagi masyarakat Tanjungpinang.

Tepi Laut, Kawasan Perekonomian Yang Perlu Ditata Kembali | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya