Kepala Bappenas Gali Potensi Strategis Kepri

Share:

BATAM, SuaraKepri.com- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI Armida Alisjahbana membahas potensi strategis wilayah Kepulauan Riau bersama Gubernur Kepri Drs. H. Muhammad Sani dalam acara dialog perencanaan Pembangunan 2013 dengan tema ‘Pembangunan Ekonomi Indonesia masa depan melaluipengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh’, bertempat di Hotel harmony One, Batam Centre Lantai 3, Rabu (27/11/2013).

Dalam sambutannya, Menteri PPN RI atau Kepala Bappenas RI ini menilai perekonomian Kepri selama tiga tahun terakhir mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama kota Batam. Hal ini tidak lain karena diterapkannya UU nomor 44 tahun 2007 tentang Pemberlakuan Batam, Bintan dan karimun (BBK) Sebagai kawasan (Free Trade Zone/FTZ).

“Saya memang melihat tahun lalu tingkat pertumbuhan ekonomi di Kepri mencapai 8.3 persen, dan tahun ini sebesar 6.2 persen. Bagi saya, Batam tetap menjadi tempat yang menggiurkan untuk berbisnis. Kalaupun tahun ini menurun, itu dikarenakan pengaruh ekonomi global. Dan itu bisa dimaklumi,” kata Armoda kepada Gubernur, Bupati dan Walikota serta para kepala SKPD.

Adapun bidang ekonomi yang paling digandrungi di Kota Batam diantaranya adalah Shipyard atau galangan kapal, pengeboran lepas pantai, elektronik, konfeksi, hingga industri inofasi/kreatif. Hal ini tak terlepas karena letak geografis Batam yang berdekatan dengan negara-negara teteangga, ditambah lagi akses dan jarak tempuhnya sangat dekat dan mudah. Sehingga, kerap menjadi buruan para investor.

“Saya sempat terkejut ketika melihat galangan kapal disepanjang pantai di Batam ini. Apalagi yang saya lihat bukan galangan yang kecil-kecil, tetapi yang kapasitasnya sangat besar. Ini artinya Batam ini memang kawasan strategis industri perkapalan, manufaktur dan sebagainya. Bahkan sekarang di bandara Hang Nadim juga sudah ada gedung untuk merenovasi pesawat. Dan beberapa maskapai akan segera membuka gedung renovasinya. Ini tentu sangat membantu konektifitas Nasional dalam hal penerbangan dan pelayaran,” kata Armida lagi.

Sementara itu Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Drs. H. Muhammad Sani dalam sambutannya mengatakan, bahwasanya Kepulauan Riau memiliki dual strategis. Yakni Batam, Bintan dan Karimun (BBK) yang diperuntukkan sebagai kawasan guna mendongkrak ekonomi Kepri melalui industri, pariwisata, perdagangan dan sebagainya. Yang mana ketiga wilayah ini diperkuat dengan adanya UU nomo 44 tahun 2007 tentang FTZ.

“Sampai sekarang kekurangan-kekurangan yang ada dalam FTZ ini kita berbaiki terus hingga lebih baik. Disamping , kita juga terus mempromosikan kasawan BBK guna menarik infestor sebanyak-banyaknya. Strategi kedua adalah NAL, yakni Natuna, Anambas, Lingga. Tiga daerah ini adalah tiga daerah terdepan yang kita perlu dukung konektifitynya. Selama ini NAL ini cenderung terisolir, sehingga dengan strategi yang kita terapkan dengan harapan tidak ada lagi wilayah yang terisolir di Kepri,” kata Gubernur pada kesempatan ini.

Diakui Sani bahwasanya membangun wilayah NAL tidaklah mudah, karena membutuhkan waktu lama dan dana yang tidak sedikit. Adapun yang diperlukan untuk merangkai NAL adalah dengan pesawat atau kapal laut. Dan baik pesawat maupun kapal laut, diperlukan pula bandara atau pelabuhan serta akses jalan. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan strategi ini, Gubernur perlu adanya dukungan dana dari Pemerintah pusat.

Kepala Bappenas Gali Potensi Strategis Kepri | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya