Kesal Timbul Korban Kecelakaan Akibat Razia, Massa Seruduk Polsek

0
163

LINGGA – Kesal atas tindakan arogansi Petugas Polantas Polres Lingga saat melakukan razia, kejar-kejar yang berakibat jatuhnya korban, hal ini memancing amarah masyarakat Daek, Kabupaten Lingga, Jumat malam(13/10).

Tidak tinggal diam dengan kejadian ini, masyarakat Daek seruduk penuhi kantor Polsek Daek dan lakukan swiping hingga unjuk rasa di depan Kantor Mapolsek Daek.

Akibatnya kantor Polsek Daek hampir di amuk massa yang sudah kesal dengan beberapa oknum petugas Polantas yang arogan.

Masyarakat menuntut agar petugas Polantas yang bertugas saat razia meminta maaf secara langsung dan membuat surat pernyataan.

“Kami tidak akan pergi dari sini sebelum Polantas yang arogan itu meminta maaf secara langsung, kami bukan binatang dan pencuri yang harus dikejar-kejar, kami manusia, jadi tolong jika sedang melaksanakan tugas bisa lebih manusiawi lagi,” kata Candra, salah satu pemuda.

Dalam ujukrasa warga Daek tersebut, Wakil Bupati, M Nizar, dan Camat Lingga Yulius, mencoba mendinginkan suasana yang semakin ricuh, tapi hal ini tidak diindahkan oleh warga yang sudah kesal.

Wakil Bupati, M Nizar mencoba berkoordinasi dengan kepala Polsek Daek Yanto untuk mencari jalan tengah permasalahan yang sudah semakin memanas, turut juga Kasat Intel Polres Lingga,dan tokoh masyarakat, H Musfar.

M Nizar mengatakan dia sudah berkoordinasi dengan Kapolres Lingga tentang anggota polantas yang bermasalah dan akan di tindak.

“Sa ya sudah sampaikan ke Kapolres dan meminta maaf secara hormat. Ia berjanji akan menindak oknum Polantas yang bermasalah saat melakukan tugas dan Polres Lingga juga berjanji akan bertanggung jawab. Semua pengobatan korban hingga sembuh akan di tanggung Polres Lingga dan mengganti motor yang jatuh tadi,” kata M Nizar saat di kantor Mapolsek Daek menenangkan massa.

Kapolsek Daeek, AKP Yanto mengatakan ia dan Polres Lingga sudah berkoordinasi melalui telpon dan meminta maaf atas insiden ini.

“Semua pengobatan korban akan di tanggung polres dabo, dan jika kedua korban seandainya nanti cacat dan tidak bisa bekerja mereka akan di pekerjaan honorer di polres dabo, dan apabila mereka juga memjadi tulang punggung keluarga,” kata Yanto.

Tapi masyarakat yang sudah kesal tetap melakukan unjuk rasa, mereka tetap meminta agar oknum Polantas yang arogan itu bisa menampakkan dirinya dan meminta maaf secara langsung kepada warga, dan membuat surat pernyataan.

Hingga kini warga yang kesal masih memenuhi Polsek Daek, walaupun Wakil Bupati Lingga M Nizar dan Kapolsek sudah pergi untuk memantau kondisi korban yang masih dilakukan tindakan medis di RSUD Encik Meriam karena mengalami patah tulang.

Penulis : RIAN
Editor : Mori

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here