Ketum AJOI, Rival Achmad Labbaika Prihatin Prestasi Anak Bangsa “Tak Dibanggakan”

0
14

TANJUNGPINANG, SuaraKepri – Kerudungnya panjang. Senyumnya lepas. Aura wajahnya berilmu. Mereka berjalan gagah, ceria, dengan jubah kebanggaan: sang saka merah putih.

Satu persatu namanya dipanggil. Di belakang nama mereka disebutlah ‘Indoensia’ dengan bangga, dengan menggunakan bahasa Arab, bahasa dunia sekaligus bahasanya para penghuni surga.

Demikian kalimat-kalimat penuh bangga tersebut dilontarkan oleh Ketua Umum Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI), Rival Achmad Labbaika kepada 4 santri yang telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia.

“Satu-persatu hingga usai. Santri-santri putri inilah yang mengharumkan nama Bangsa dengan menjuarai debat Bahasa Inggris tingkat Internasional di Doha Qatar pada 7-11 April 2018,” ungkap Rival, Selasa (17/04).

Dirinya mengatakan, Empat santri ini menjadi juara pertama dalam kejuaraan 4th “International Schools Arabic Debating Championship 2018”. Tidak main-main, mereka bersaing dengan 50 negara se-dunia dari Amerika, Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

“Empat santri ini bukan hanya menjadi juara pertama. Mereka juga menyabet penghargaan The Best Speaker untuk kategori non native speaker untuk posisi pertama, kedua, dan ketiga,” kata Rival.

Tetapi, sambung Rival, prestasi-prestasi bergengsi Dunia ini tidak pernah di eksposs oleh media-media di dalam Negeri ini. Padahal membawa nama harum Negara dan Bangsa Indonesia.

Tak harus degan gagah pakai uniform. Tak wajib pula pegang senjata untuk menjadi Indonesianist. Bendera itu adalah lambang bahwa INDONESIA tetaplah menjadi negara berpengaruh di Dunia.

“Merekalah pemilik negeri ini sesungguhnya. Banyak prestasi anak bangsa yg tertutupi oleh ramainya para elit saling sikut,” ungkap Rival dengan penuh rasa prihatin dan rasa haru.

Keempat santri itu, adalah Aftina Zakiyya Wafda, Aqidatul Izzha Rahayu, Nuriya Lailatus Sakinah dan Shofiah Achmad Zaky dari Tazkia Internasional Islamic Boarding School (Tazkia IIBS) di Kota Malang, Jawa Timur. [Tarbawia]

Penulis : Erial Saputra

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here