LAM Riau Siap Menggugat, Kepri Melawan Dengan Puisi

Share:

Terkait Statemen Effendi Simbolon, oknum Anggota DPR-RI

Tanjungpinang, SuaraKepri – Terkait statemen kontroversial anggota DewanBaca » Nelayan Ngadu Dengan Dewan Karena Sulit Dapat Solar Bersubsudi. Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari PDI Perjuangan terhadap masyarakat MelayuBaca » Pulau Penyengat Dideklarasikan Menjadi Warisan Dunia., terus mendapat sorotan. Masyarakat Melayu saat ini di Kepulauan Riau sedang merasa kesal.

Penyebab lainnya juga adalah dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas (migas) yang turun sangat drastis hingga lebih 94 persen.

Sebelumnya, Effendi secara blak-blakan menyebut bergabungnya tiga partai politik asal Koalisi Merah Putih (KMP) ke kabinet Presiden Joko Widodo merupakan bentuk politik ala Melayu yang tidak punya idealisme. Sebab, PAN, PPPBaca » Andi Anhar Pimpin DPW PPP Kepri Versi D,Jan Farid. dan GolkarBaca » Golkar Percaya Nurdin Mampu Atasi Krisis di Kepri. sebelumnya memang menjadi pendukung Prabowo Subianto di pemiluBaca » Pilkada via DPRD, kubu Prabowo dinilai balas dendam & sakit hati. presiden 2014 lalu.

Tentu saja pernyataan Effendi membuat tokoh-tokoh Melayu gerah. Budayawan Kepulauan Riau, Husnizar HoodBaca » Husnizar Hood : Ahars Sulaiman Ingin Benturkan Partai Demokrat Dengan Partai Pengusung Lainnya. menganggap pernyataan Effendi sebagai sebuah pelecehan tak mendasar. Analogi yang digunakan juga tidak mencerminkan realitas sebenarnya.

“Ini sangat melukai kami. Karena itu, Effendi harus datang ke Penyengat dan meminta maaf pada orang Melayu. Kenapa harus ke Penyengat, itu adalah titik temu orang Melayu,” katanya, Rabu (10/2/2016).

Seperti dikutip batampos.co.id, Husnizar mengatakan, penyebutan Melayu sebagai bangsa yang pragmatis dan mengedepankan unsur transaksional semata itu juga bukan analogi yang tepat. Husnizar pun menyarankan Effendi belajar budayaBaca » Lis Kepada BPCB, Sebut Pulau Penyengat Cagar Budaya Religi. Melayu.

“Jangan rendahkan Melayu. Bercakap biar beradab. Bertutur biar teratur,” ucap pria yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Riau ini.

Husnizar menambahkan, Melayu justru terbuka menerima keragaman. Hal itu terbukti dengan harmonisnya masyarakat Provinsi Kepulauan Riau yang multietnis dan multikultural.

Bahkan, katanya, di wilayah Kepulauan Riau tidak pernah terdengar konflik bernuansa suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA). “Negeri Melayu ini menerima dengan terbuka suku-suku lain berkerja cari makan dan beranak-pinak di sini tanpa pernah melukai perasaan mereka,” ujarnya.

Husnizar juga mengingatkan Effendi tentang sumbangsih Melayu bagi Indonesia. Misalnya, dari Kepulauan Riau pula bahasaBaca » Ini Cara Menguasai Bahasa Asing Dalam 30 Hari. Indonesia berasal. Berkat peran Raja Ali Haji yang merawat dan melestarikan bahasa Melayu melalui penulisan kamus dan tata bahasa, akhirnya berkembanglah bahasa Indonesia yang kemudian disepakati jadi bahasa pemersatu.

Sumbangsih lainnya adalah hasil migas dari Natuna dan Anambas. “Berapa besar negeri melayu ini menyumbang untuk periuk nasi orang Jakarta dan bangsa ini. Kalau kalian terus-menerus menganggap Melayu itu rendah, mungkin sebaiknya kami berpisah menjadi negara Melayu sebenarnya,” ungkap Husnizar dengan nada kesal.

Sementara Ketua Lembaga Adat Melayu (LAMBaca » Syahrul Kalah Lawan Raja Hafiz Pemilihan Ketua LAM.) Provinsi Kepulauan Riau, Abdul Razak menilai, pernyataan Effendi itu sangat tendensius. “Bagaimana mungkin bisa menilai Melayu secara demikian?” ucap Razak.

Menurutnya, Effendi sebaiknya mencabut ucapannya itu. “Minta maaf juga secara terbuka. Agar tidak menimbulkan kegaduhan lebih heboh lagi,” ucapnya.

Tanggapan lain juga datang dari Ketua Umum DPH LAM Provinsi Riau, Al Azhar. Menurutnya, Effendi justru berpikir ala penjajah. “Cara berpikir kolonialis macam ini seharusnya sudah kikis dari tanah air Indonesia ini. Lebih-lebih di dalam alam pikiran elit bangsa seperti oknum Anggota DPR RI yang konon terhormat itu,” katanya. (PN/Harris)

LAM Riau Siap Menggugat, Kepri Melawan Dengan Puisi | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose