Lambatnya Respon Satpol PP Amankan Orang Gila, Jadi Sorotan Warga

0
1,576 views
Inilah Heri, yang diduga dalam keadaan stres mengamuk tanpa busana menjadi tontonan warga selama dua jam.

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Lambatnya respon Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menjadi ujung tombak pemerintah untuk menjaga ketertiban, khususnya mengamankan orang gila, menjadi sorotan warga.

Termasuk kejadi orang gila mengamuk di jalan raya dalam keadaan bugil, di Jalan Brigjend Katamso, Km. 3, pada hari Rabu malam (25/6). Satpol PP yang dihubungi warga, tak kunjung juga hadir hampir dua jam lamanya. Sehingga orang gila tersebut menjadi tontonan warga.

Berdasarkan cerita warga, Ricko, orang stres bernama Heri tersebut pada siang harinya sempat masuk ke rumah warga di Batu 9 dan berguling-guling di jalan. “Tadi kawan aku cerita bang, orang gila itu sempat masuk ke rumah warga-warga di Batu 9 tadi siang. Dan udah dilaporkan ke Satpol PP, tapi belum diamankan, baru malam inilah orang gila itu berhasil ditangkap warga,” ujar Ricko.

Saat SuaraKepri.com berada di lokasi sempat juga menghubungi Kasatpol PP Kota Tanjungpinang, Irianto, SH. Tetapi ponsel miliknya saat dihubungi, tidak diangkat olehnya.

Saat Sekda Tanjungpinang, Riono dihubungi langsung merespon dan anggota Satpol PP baru datang dengan menggunakan mobil Patroli. “Terima kasih atas pemberitahuannya, secepatnya kita tindak lanjuti,” ujar Riono.

Reni Yang, Anggota DPRD Tanjungpinang
Reni Yang, Anggota DPRD Tanjungpinang

Melihat status warga yang kesal dengan Satpol PP, juga langsung ditanggapi oleh Anggota DPRD Tanjungpinang dari Partai Hanura, Reny.

“Bang, itu problem klasik Sudah sering terjadi, karena alasan dari Satpol PP mereka nggak ada tempat yang aman buat dihuni org seperti itu (orang gila). Dan kalau ke dinas sosial, penangganannya dengan razia secara periodik artinya ada waktunya beberapa bulan sekali dilakukan,” ujarnya melalui pesan Blackberry Massagger (BBM).

Reni juga mengaku, sebelumnya ada warga yang membawa keluarganya yang stress dan sudah mulai mengamuk ke dinsos. “Katanya tiga bulan lagi baru bisa dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Pekanbaru,” paparnya.

Baginya, minimal Provinsi Kepri harus suda ada RS Jiwa, dan letaknya harus di ibu kota.

“Iya, itu yang pernah saya usulkan, Bukan hanya untuk orang gila saja. Kalau seperti itu penangganannya terkesan lambat dinilai warga. Seolah-olah pemko tidak mau tahu, dan kejadian seperti di status warga itu tidak akan nyaman buat warga sekitarnya,” tegasnya.

Reni berharap Pemprov Kepri secepatnya sudah dapat membuat rumah sakit jiwa.

“Bukan hanya untuk orang gila juga, bisa jadi tempat rehabilitasi bagi pasien depresi. Kadang pasien seperti ini, di rumah sakit biasa tidak diterima. Karena saya juga menyadari ini sangat dibutuhkan oleh Provinsi Kepri yang telah berusia 12 tahun,” ungkapnya.

[sk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here