Lima Hari Lebaran Idul Fitri di Tambelan Gelap Gulita

0
217

Tambelan – Sudah empat hari ini, selama Lebaran Idul Fitri, warga Tambelan, Kabupaten Bintan harus bergelap gulita tanpa adanya penerangan dari listrik. Hal ini dikarenakan mesin pembangkit listrik disana bermasalah atau rusak.

Sebelumnya Tambelan tidak dapat menikmati penerangan pada bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1438 Hijriah karena sejak beberapa hari lalu PT. PLN Provinsi Kepulauan Riau, kecuali Batam sudah melakukan pemadaman secara bergilir.

“Seharusnya ada perhatian dari pemerintah, khususnya PLN. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Apalagi ini masih suasana lebaran. Masyarakat butuh listrik untuk penerangan,” kata warga Tambelan, Doni Irawan, Kamis (29/6).

Doni menyebut, saat ini beberapa masyarakat setempat memanfaatkan mesin genset sebagai pembangkit tenaga listrik.

Ia berasumsi ditakutkan menimbulkan kemarahan masyarakat setempat jika hal ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun Rayon PLN didaerah itu.

“Sebelum itu terjadi, diharapkan pemerintah bersinergi dengan PLN guna mengantisipasi hal itu,” katanya.

Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Tambelan (KKT) Tanjungpinang Robby Patria, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan warga minta PT PLN segera menyelesaikan permasalahan tersebut, apalagi saat ini mereka menjalani puasa.

“Jika PLN tidak mengirim teknisi pada jadwal kapal feri maupun Sabuk Nusantara 62 pada 22 Juni 2017, maka dipastikan pulau Tambelan gelap gulita saat Lebaran. Sekarang saja listrik nyala bergiliran,” kata Robby.

Menurut dia, permasalahan kelistrikan di Tambelan bukan baru-baru ini terjadi. Permasalahan ini sudah bertahun-tahun terjadi.

PLN maupun pemerintah, kata dia, kurang serius memperhatikan listrik di kecamatan terjauh di Kabupaten Bintan tersebut sehingga sampai sekarang listrik di Tambelan selalu bermasalah.

Padahal selama ini listrik tidak hidup selama 24 jam, tetapi hanya 12 jam. Itu pun masih sering padam bergiliran.

“Kasihan warga yang beribadah selama ramadhan dalam kondisi gelap. Mereka yang berjualan kue untuk Lebaran juga harus menunggu giliran listrik nyala baru bisa memasak kue. Inikan sudah menganggu kenyamanan warga,” ucapnya.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here