Lis : Cabut Ijin Gelper Berbau Judi

Share:
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Pemerintah Kota akan dengan tegas akan mencabut ijin Gelper (Gelanggang Permainan) yang menyimpang dan menyalahi aturan yang telah ditetapkan serta tidak akan mengeluarkan ijin lagi bagi gelper dimaksud. Demikian disampaikan Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH saat memimpin rapat koordinasi terkait dasar hukum gelanggang permainan mekanik/elektronik, Rabu (19/2), di ruang rapat kantor walikota Tanjungpinang. Rapat koordinasi ini dimaksud untuk meluruskan rumor-rumor yang beredar di masyarakat tentang maraknya gelper yang disinyalir melakukan praktek perjudian.

“Banyak laporan dari masyarakat yang merasa resah akan adanya gelper yang berbau judi. Namun itu harus kita selidiki lebih dalam lagi. Bila memang menyalahi aturan, maka akan dikenai sanksi bahkan pencabutan ijin,” ujar Lis secara tegas.

Perlu digaris bawahi, kata Lis bawah pemko memang memberikan ijin gelper, namun didalam ijin tersebut disebutkan tidak boleh ada transaksi berbentuk uang. “Bila ini ditemui, maka akan segera ditindak. Bersama SKPD terkait seperti Satpol PP, BPPT dan Penanaman Modal, serta Camat dan Lurah tentunya akan saling berkoordinasi untuk segera menertibkan gelper tersebu,” paparnya.

Lis menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak akan mentolerir segala bentuk perjudian. “Segala bentuk perjudian di kota Tanjungpinang ini tidak diijinkan sama sekali,” tegasnya.

Satpol PP bersama dinas terkait khususnya camat dan lurah wajib melakukan razia di jam malam. “Batas waktu yang diberikan untuk membuka gelper adalah sampai pukul 22.00 Wib malam. Lewat dari jam tersebut, wajib mendapat pengawasan karena sudah ada aturannya,” jelasnya.

Selain aparat pemerintah, kerjasama dari seluruh elemen masyarakat juga sangat diperlukan mengingat pemerintah tidak akan mampu mengawasi satu persatu sudut kota tanpa bantuan dari semua pihak. “Lurah juga wajib berpatroli bersama pengurus RT/RW dan Satpol PP, karena sudah kewajiban bagi para Lurah untuk mengetahui situasi dan kondisi lingkungannya. Jangan sampai kecolongan,” ungkap Lis.

Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan akui dari 11 ijin yang dikeluarkan Pemko Tanjungpinang, 4 diantaranya masih berlaku, yaitu E-zone Swalayan Global Jln. DI Panjaitan , Star City Jln. Gambir, Pinang Rindu, dan Speed Zone Jln. Ir. H. Juanda.

Dari keempat ijin gelper tersebut, tim dari BPPT dan PM telah 3 kali terjun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian atas 1 gelper yang sedang dalam pengurusan perpanjangan ijin HO (Ijin Gangguan Lingkungan).

“Gelper itu yaitu Pinang Rindu yang sejauh ini berisi arena permainan untuk anak-anak. Namun akan tetap dipantau apakah ijin yang diberikan tetap dipergunakan sebagaimana mestinya,” ujar Tengku. (Akok/Hms)

Lis : Cabut Ijin Gelper Berbau Judi | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya