Lis Kepada BPCB, Sebut Pulau Penyengat Cagar Budaya Religi

0
139

Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, menyebut Pulau Penyengat sebagai Cagar Budaya Relegi.

Hal ini disebutkannya, di dialog interaktif sosialisasi cagar budaya dengan tema “Melestarikan cagar budaya membangun karakter bangsa” di Gedung Gonggong, Rabu (24/17).

Kegiatan dialog interaktif ini bekerjasama dengan pemerintah Kota Tanjungpinang.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah salah satu yang ditunjuk sebagai salah satu narasumber menyebutkan
Pulau penyengat adalah salah satu cagar budaya religi.

Dan untuk menjaga cagar budaya ini kita harus memiliki program-program yang sesuai untuk melestarikan nya dan menjaga.

“Yang terpenting membangun komitmen bersama untuk menjaga dan membangun cagar budaya yang kita miliki bersama sama, seperti pulau peyengat sebagi salah satu cagar budaya religi,” kata Lis.

Badan Pelastarian Nilai Budaya (BPNB) dr. Nurmatius, Kepri menyebutkan masyarakat Kepri untuk menjaga cagar budaya yang ada, baik di perairan maupun darat, agar tidak punah. Harus memiliki daya saing dari budaya luar.

“Untuk pelestarian cagar budaya kita harus merasa memiliki budaya sendiri, seperi orang melayu harus bisa bahasa melayu, dan memiliki mental yang kuat agar budaya kita tidak pudar oleh budaya-budaya yang datang dari luar,” ucap Nurmatius.

Badan Pelastarian Cagar Budaya (BPCB), Fitra Arda menyebutkan untuk menjaga pelestarian cagar budaya masyarakat harus meningkatkan kesadaran akan sejarah, dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya yang ada.

“Kita harus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap eksitentsi kebudayaan dan arti pentingnya pengembangan, pemanfaatan, dan melindungi cagar budaya yang kita miliki,” harap Fitra.

Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang  Cagar Budaya, cagar budaya merupakan kekayaan  budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia.

“Yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. (Erial).

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here