Lis : Siapa Bilang Lahan Eks Tambang Tak Bisa Menghasilkan

Share:

Kebun Jagung di Lahan Eks Tambang Dapat Menghasilkan Rp 120 juta Perhektar

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Ternyata lahan pasca (eks) pertambangan bauksit dapat menghasilkan jagung yang besar,manis dan gurih. Hal ini terlihat saat Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH didampingi kepala dinas KP2KE, Sumardi berserta rombongan pejabat Pemko Tanjungpinang dan masyarakat memanen jagung di lahan eks tambang di Sungai Tocha, Kelurahan Dompak pada hari Kamis (2/1) siang.

Lahan perkebunan jagung seluas lebih kurang 1 hektar di lokasi eks tambang ini sendiri merupakan hasil garapan dari Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia. Penanaman jagung tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sabut kelapa yang sering tidak dipergunakan lagi oleh masyarakat. Bahkan hasil perkebunannya tidak kalah dengan hasil kebun jagung masyarakat lainnya yang menggunakan pupuk dan bahan lainnya.

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah disela-sela panen jagung terlihat puas dan kagum dengan hasil panen jagung tersebut. “Siapa bilang lahan eks tambang tidak dapat menghasilkan. Buktinya dapat kita lihat sendiri hasil panen jagung yang kita panen ini di lahan bekas pertambangan,” ujarnya kepada SuaraKepri.com.

Dengan keberhasilan ini, Lis berharap lahan-lahan eks tambang lainnya dapat dimanfaatkan seperti perkebunan ini sebagai bentuk reboisasi yang menghasilkan. “Semoga dengan adanya alternatif cara pengelolaan lahan eks tambang ini bisa kita terapkan di lahan-lahan masyarakat lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Litbang Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), Ady Indra Pawennari mengatakan bahwa hasil penanaman memanfaatkan dari sabut kelapa ini sebuah bentuk sosialisasi mereka. “Kami menunjukkan kepada pemerintah maupun masyarakat bahwa sabut kelapa dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hasil pertanian dan perkebunan yang unggul,” ujarnya.

Dari pemanfaatan sabut kelapa ini, setiap satu hektar tanaman jagung dapat menghasilkan Rp 120 juta setiap panennya. “Berdasarkan harga jagung saat ini, masyarakat dapat mendapatkan keuntungan sebesar tersebut. Karena setiap sekali panen dari sabut kelapa ini dapat menghasilkan 10 ton jagung,” jelasnya.

Jadi Ady pun berharap dengan adanya keberhasilan ini, pemerintah memiliki respon positif atas terobosan yang mereka buat. “Semoga pemerintah memiliki respon positif dari keberhasilam kami ini. Jadi kami serahkan kepada mereka atas terobosan yang kami buat ini,” tutupnya.

Lis : Siapa Bilang Lahan Eks Tambang Tak Bisa Menghasilkan | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya