Mahasiswa Serbu Kantor DPRD Kepri Minta Rektor Umrah Mundur

Share:

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Ratusan mahasiswaBaca » Mahasiswa Stisipol Terjatuh Saat Main Flying Fox. UmrahBaca » Umrah, Pecahkan Rekor Muri Berpantun 10 Jam. dari berbagai fakultas mendatangi Kantor DPRD KepriBaca » Tawarich Akan Jadi Ketua Sementara DPRD Kepri., di Dompak pada hari Selasa, 24 Maret 2014, pukul 11.00 Wib. Mahasiswa berorasi dengan berjalan kaki, mereka melakukan long march menuju kantor DPRD Kepri.

Dalam aksi ini, mahasiswa juga sempat membawa dan menyeret kursi Rektor Umrah, Prof, Dr Maswardi M Amin.

Di Kantor DPRD Kepri ini, aksi para mahasiswa mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian Resort Tanjungpinang, dengan mensiagakan Polisi Anti Huru-hara, water canon dan gas air mata.

Meski diikuti ratusan mahasiswa Umrah, aksi demo menuntut Rektor Umrah untuk mundur terus mereka teriakkan.

Salah satu Dosen Umrah yang ikut serta dalam aksi ini, Suryadi mengatakan bahwa permasalahan di Umrah telah banyak terjadi sebelum munculnya masalah SuradjiBaca » Suradji Masih Merasa Sebagai Dosen Umrah. yang telah dinonaktifkan sebagai dosen tetap Umrah. “Sudah banyak permasalahan yang terjadi di Umrah, nanti kita buka semuanya dalam konfrensi Pers,” ujarnya.

Suryadi saat itu didampingi oleh Suaeb, Korlap dari aksi Mahasiswa Umrah meminta kepada pihak tertentu agar tidak mengambil keuntungan dari permasalahan mereka. “Kami tidak mau aksi kami ditukangi oleh pihak tertentu untuk kepentingan pribadi maupun politik. Karena apa yang kami lakukan ini demi kebaikan Umrah kedepannya,” jelasnya.

Terkait mundurnya Rektor Umrah, Suryadi menegaskan bahwa ia ada mendengar kabar tersebut, tetapi secara tertulis belum. “Ia dari dulu memang sering mengatakan seperti itu, ingin mengundurkan diri. Bila ada lagi aksi demo, ia akan mundur, tetapi sudah hampir seminggu ini tidak ada pula mundur-mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Sementara itu wakil Ketua DPRD Kepri, Ing. Iskandarsyah mengatakan bahwa hal itu harus dilihat secara objektif dan subjektif terlebih dahulu. “Kalau melihat dari permasalahan dari Suradji yang dinonaktifkan, itu sangatlah kecil. Tapi karena masalah manajemen, itu sah-sah saja. Tinggal wewenang Dikti dari Kemendikbud yang menentukan,” ujarnya.

Iskandar menambahkan pihaknya mendapat laporan sebagian besar dosen Umrah sudah menandatangani surat permintaan agar Rektor Umrah mundur. “Katanya sudah ada 65 dosen yang menandatangani surat tersebut dari 80 dosen yang ada di Umrah. Berdasarkan mekanisme, itu bisa saja terjadi bila memang terkait masalah manajemen,” ungkapnya. (Harris)

Mahasiswa Serbu Kantor DPRD Kepri Minta Rektor Umrah Mundur | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose