Malaysia Kembali Ribut Soal Pemakaian Kata Allah

Share:

Utusan Vatikan pertama kali ke Malaysia Uskup Agung Joseph Marino kembali mengundang kecaman dari warga muslim Malaysia lantaran menyampaikan dukungan atas penggunaan kata “Allah” bagi umat Kristen.

Kantor berita Reuters melaporkan, Kamis (18/7), isu penggunaan kata “Allah” itu sempat memicu situasi panas antar warga Malaysia yang mayoritas muslim dengan warga etnis China yang kebanyakan Kristen.

Uskup Agung Joseph Marino kemarin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Anifah Aman untuk membahas pernyataan dukungannya itu pekan lalu.

“Marino dinasihati supaya lebih peka dengan isu keagamaan di Malaysia,” kata pernyataan dari Kementerian Luar Negeri.

“Komentar duta besar Vatikan itu telah menyinggung rasa keagamaan umat Islam dan seharusnya itu tidak terjadi, apalagi di bulan Ramadan,” kata Hassan Ali, ketua kelompok Islam, seperti dikutip kantor berita Bernama.

Dalam wawancara di media pekan lalu ketika memulai tugasnya sebagai duta besar, Marino mengatakan dukungannya atas penggunaan kata “Allah” yang diajukan Federasi Kristen Malaysia.

“Penggunaan kata “Allah” itu masuk akal dan bisa diterima,” kata dia pekan lalu.

Surat kabar Katolik, the Herald, empat tahun lalu memicu perdebatan di publik lantaran menentang larangan pemerintah soal penggunaan kata “Allah” di Alkitab bagi umat Kristen. Menurut pemerintah penggunaan kata daam bahasa Arab itu bisa menyinggung rasa keagamaan umat Islam Malaysia.

Malaysia Kembali Ribut Soal Pemakaian Kata Allah | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya