Mantan Ketua PN Tanjungpinang, Setyabudi Dituntut 16 Tahun Penjara

Share:

BANDUNG, SuaraKepri.com —Tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan hakim Setyabudi Tedjocahyono, dengan hukuman penjara selama 16 tahun dikurangi masa tahanan dan denda Rp400 juta subsider 1 tahun penjara. Setyabudi adalah terdakwa penerima suap dalam penanganan kasus bantuan sosial (bansos) yang melibatkan mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada.

”[Meminta hakim] menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 16 tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan dan denda sebesar Rp400 juta subsider selama 1 tahun kurungan,” kata jaksa Risma Ansyori di Ruang Utama Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Senin (25/11).

Risma menuturkan ada beberapa pertimbangan yang memberatkan dan meringankan dalam tuntutan kepada Setyabudi, mantan ketua PN Tanjungpinang tersebut. Hal yang memberatkan terdakwa, kata Risma, adalah selaku hakim Ti pikor, Setyabudi mencederai kepercayaan masyarakat Indonesia kepada lembaga peradilan sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi. Hal kedua yang memberatkan terdakwa ialah perbuatan itu mencoreng institusi peradilan yang sedang giat-giatnya melakukan upaya pemulihan kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan.

Sementara itu, beberapa hal yang meringankan terdakwa, lanjut Risma, terdakwa berterus terang dan mengakui seluruh perbuatannya. ”Kemudian terdakwa juga mengungkap pihak lain terkait dalam perbuatan yang dilakukan terdakwa,” katanya.

SAMPAIKAN PLEDOI

Sementara itu, majelis hakim Pengadilan Tipikor yang diketuai Nur Hakim memberikan waktu selama 1 pekan kepada terdakwa untuk menyampaikan pledoi atau pembelaan. Setyabudi adalah ketua majelis hakim yang menangani kasus suap yang melibatkan pejabat Pemkot Bandung. Dia diduga menerima uang Rp4,2 miliar dari Wali Kota Dada Rosada agar tidak melibatkan Dada Rosada, mantan Sekda Bandung Edi Siswadi dalam kasus itu.

Dia juga diminta merekayasa hukuman tujuh terdakwa kasus Bansos serta tidak melibatkan Wali Kota Bandung Dada Rosada, Sekda (sekarang mantan) Kota Bandung Edi Siswadi dan Ketua Dinas Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Herry Nurhayat. Tak hanya uang, Setyabudi diduga meminta fasilitas peralatan rumah tangga hingga hiburan karaoke dan tarian striptis.

[bisnis Indonesia]

Mantan Ketua PN Tanjungpinang, Setyabudi Dituntut 16 Tahun Penjara | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya