Nur Syafriadi : Seharusnya Mobil Itu Diparkirkan di Pool Kantor Gubernur

0
1412
Inilah mobil Fortuner BP 88 NR yang dikendarai oleh Muhammad Zuriat alias Dayat untuk membawa shabu-shabu. | Ist
Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi
Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi menjelaskan kepada SuaraKepri.com pada hari Selasa, 25 Februari 2014, bahwa mobil Fortuner, BP 88 NR bukan kendaraan dinasnya. Mobil bercat hitam itu merupakan mobil yang dipinjam pakaikan kepada dirinya selama beraktivitas di Tanjungpinang. Dan mobil tersebut seharusnya terparkir di pakiran Pool Kantor Gubernur Kepri, bila ia tidak di Tanjungpinang dan mobil itu tidak dipergunakan.

“Mobil dinas saya yang sebenarnya adalah mobil Camry 3500 CC berplat BP 2 yang kini berada di Kota Batam. Dan supirnya bernama Yudi Febriansyah, SH,” ujarnya yang mengaku saat ini sakit dan harus dirawat inap di RS Mount Elisabeth Singapura.

Nur sendiri merasa cukup kesal dan kecewa terhadap oknum PNS dari Kantor Gubernur Kepri , Muhammad Zuriat karena tertangkap membawa narkoba jenis shabu-shabu mengunakan mobil tersebut. “Dia  (M. Zuriat alias Dayat) itu diperbantukan untuk kelancaran tugas saya selama berada di Tanjungpinang menggunakan mobil yang dipinjam pakaikan tersebut,” katanya.

Dari kasus ini, Nur juga merasa bahwa dirinya telah dipolitisir  dan difitnah untuk mendiskreditkan dirinya. “Yang jelas diakhir bulan, politik ini luar biasa cobaan untuk saya. Tensi saya  semalam sampai 223/111, mudah-mudahan saya kuat,” tegasnya.

Nur menceritakan, terakhir mobil itu ia pergunakan pada hari senen, 17 Februari 2014 yang lalu, Pukul 16.30 Wib. “Saya langsung kembali ke Batam dan mobil itu dibawa pulang oleh sopir untuk dikembalikan ke tempat parkir di poolnya di Kantor Gubernur Kepri,” paparnya.

Sementara besoknya, beliau bersama Wagub Kepri, HM. Soerya Resfatiano, SH,MH langsung berangkat ke Pekanbaru untuk menghadiri pelantikan Gubernur Riau. “Sampai saat ini saya belum ada kembali ke Tanjungpinang. Seharusnya mobil itu pun tidak dibenarkan keluar kalau saya tidak berada di tempat (Tanjungpinang),” katanya lagi.

Untuk kasus ini, Nur meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Tentu saya tidak akan intervensi penyelidikan polisi dan berharap dilakukan sampai tuntas dengan cara proporsional serta profesional,” ungkapnya.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here