Oknum Guru Dan ASN Hina Aksi 4 November Dengan Sebutan Tolol Serta Lebaran Kuda

Share:

Oknum Guru Dan ASN Hina Aksi 4 November Terjadi di Tanjungpinang 2Tanjungpinang – Akun FacebookBaca » DIANCAM SEBARKAN FOTO TAK SENONOH SEORANG GADIS SMA DI TANJUNGPINANG SYOK. yang bernama Riko MorasimaBaca » Pemilik Akun Riko Morasima Akhirnya Dilaporkan ke Polisi. dan Mangara Simarmata membuat postingan provokativ, dalam menyikapi aksi yang digelar serentak pada hari ini, Jum’at (04/11/2016).

Dalam akun Facebook yang diposting oleh pemilik akun bernama Morasima yang diketahui berpropesi guruBaca » Tiga Bulan Oknum Guru Non ASN Tidak Masuk Kerja Tidak Dipecat, Ada Apa?. menulis kata-kata yang berbau saraBaca » Islam Kembali Dihina Dan Dilecehkan di Medsos..

Dalam akun facebooknya, Riko Morasima mengatakan, “Ayok yang merasa tolol gabung,” kata Riko Morasima saat dikutip di akun Facebooknya.

Selain itu, Riko Morasima juga mengatakan, “4 November Hari orang tolol Nasional. Demo tolol, yang dilakukan oleh orang tolol, dengan alasan super tolol,” tulisan bentuk gambar yang di unggah Riko Morasima dalam akun Facebooknya.

Sementara itu akun Facebook dengan nama Mangara Simarmata, yang diketaui seorang oknum ASN di lingkungan Pemprov Kepri bertuliskan “Mari kita rayakan Jumat 4 November 2016 menjadi Hari Raya Lebaran Kuda … dan hanya dirayakan tahun ini saja … apabila anda berkenan datang ke Monas Jakarta dimulai jam 10 WIB s/d selesai.

Adanya postingan ini, membuat kalangan masyarakat Tanjungpinang geram, terkhususnya umat muslim. Karena aksi 4 November 2016 ini merupakan aksi menuntut Ahok untuk ditindak secara hukum dan diadili karena penistaan terhadap ayat suci Alquran.

Menanggapi hat tersebut, ustadz Dedi Sanjaya mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleg warga kecamatan Tanjungpinang timur itu, telah mengarah Kepada SARA.

Oleh karna itu, Ustadz Dedi menunggu etikad baik yang bersangkutan.

“Kita menginginkan Tanjungpinang berdamai, kita tidak membenci agama apapun, tetapi oknum. Oleh karna itu, kami menunggu dalam waktu 1X24 Jam untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, diseluruh media masa selama 3X24 jam,”Ungkapnya.

Lanjut Ustadz dedi, bilamana penyampaian maaf telah disampaikan kepada media, maupun secara tertulis, maka yang bersangkutan harus diproses secara hukum yang berlaku.

Sementara Hendri Hood, mengatakan atas kejadian tersebut dirinya telah melayangkan laporan tertulis kepada Polres Tanjungpinang.

“Sekitar pukul 14.30 tadi, kita telah melayangkan laporan secara tertulis. “ungkapnya.

Meski melalui pengacaranya dia telah menyampaikan permohonan maaf, kami masih menunggu yang bersangkutan langsung untuk menyampaikan permohonan maaf.

“Permohonan maaf yang bersangkutan, akan kita terima. Akan tetapi proses harus berjalan,”ungkanya

Sementara Riko Morisima selaku pemilik akun Facebook, belum berhasil dimintai tanggapannya atas kasusnya tersebut.

Oknum Guru Dan ASN Hina Aksi 4 November Dengan Sebutan Tolol Serta Lebaran Kuda | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose