Oknum PNS Karimun Edarkan Dollar Palsu

Share:

Karimun, SuaraKepri.com – Tim Buser Polres Karimun menangkap satu orang oknum pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Karimun, Zulkefli  yang bertugas di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) karena terlibat peredaran uang palsu dalam bentuk pecahan 100 dolar Amerika Sarikat.

”Penangkapan  oknum PNS berinisial ZL (Zulkefli, red) berawal dari adanya laporan pihak Hotel Satria kepada anggota Polres Karimun pada 15 Juni 2015. Yakni, membayar kekurangan uang setelah menikamti fasilitas di sana dengan uang dola AS palsu. Apalagi, pelaku menyebutkan namanya, sehingga anggota kita langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap tersangka ZL ketika sedang berada di restoran Karimun Oke beserta barang bukti uang dolar palsu,” ujar Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya siang tadi (29/6).

Pada saat dilakukan penangkapan, kata Kapolres, tersangka ZL tidak melawan dan ketika diiterogasi petugas mengaku telah mengedarkan uang palsu dalam bentuk dola AS. Kemudian, dilakukan penggeledahan di rumah tersangka dan kembali ditemukan barang bukti dolar AS palsu. Tersangka ZL mengaku jika uang tersebut diperoleh dari seorang pria yang baru dikenalnya dari Jakarta.

”Dari tangan tersangka ZL disita barang bukti sebanyak 825 lembar uang dolar AS palsu yang semuanya pecahan 100 dolar atau jika di kurskan ke Rupiah mencpai Rp1 miliar lebih. Kemudian, dari hasil pengembangan yang kita lakukan bahwa ZL mengaku jika yang memberikan uang dolar palsu tersebut adalah seorang pria berinisial AG (Agustrinus, red) malam itu, juga pukul 21.00 WIB langsung bergerak menunu Hotel Century tempat tersangka AG tinggal selama di Karimun,” paparnya.

Dikatakan Kapolres, AG mengaku jika memang dia yang membawa uang dolar AS palsu tersebut dari Jaklarta ke Tanjungbalai Karimun. Untuk menghindari pemeriksaan atau agar tidak ketahuan, maka ditempuh jalur darat dari Jakarta sampai ke Pekanbaru. Kemudian, baru ke Tanjungbalai Karimun. Polisi juga sudah melakukan penmgembangan ke tempat tinggal tersangka AG yang berada di Aparatemen Sudirman Park tower A. Ketika polisi sampai ke apartemen tersbeut hanya ada adik tersangka.

”Adik tersangka mengaku memang menemukan uang palsu, namun sudah dibuang ke tempat sampah. Jadi, hasil pengembangan semenmtara ini tersangka hany ada dua. Dan, untuk diketahui ZL memiliki uang dola AS palsu ini tujuannya untuk bermain minyak (kencing, red) di daerah outer of port limit (OPL). Karena, uang tersebut digunakan di tengah laut untuk pembelian minyak sudah tentu tidak ada alat pendeteksi,” katanya.

Sementara itu, tersangka Zulkefli kepada koran ini mengaku jika dia hanya diminta oleh Agustinus untuk memegang uang tersebut. ”Mekmang awalnya akan menggunakan uang tersebut untuk membeli minyak di daerah perairan OPL. tapi kemudian tidak jadi. Kemudian, tiga hari sebelum tertangkap saya kekuarangan uang ketika habis karoke di Hotel Satria, sehingga saya jaminkan pakai uang dolar palsu. Namun, setelah tiga hari kemudian saya ditangkap,” ungkapnya.

Kasat Resrkim Polres Karimun, AKP Hario Prasetyo Seno menyetakan keterangan tersangka ZL masih bisa dipegang, sedangkan keterangan tersangka AG berbelit-belit dan suka berubah-rubah. ”Tadi sudah dengar keterangan tersangka AG kan. Kepada penyidik lain lagi disampaikan. Tujuannya agar AG itu seolah-olah tidak kalau uang tersebut palsu. Sehingga dapat meringankan hukuman. Dalam kasus ini kedua tersangka dijerat dengan pasal  245 KUH-Pidana dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun,” katanya. (BP)

Oknum PNS Karimun Edarkan Dollar Palsu | Redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya