Palsukan Surat Tanah, Edy Rustandi Divonis 1,6 Tahun

Share:
Tampak Edy Rustandi berbincang bersama kuasa hukumnya. |Akok

Tampak Edy Rustandi berbincang bersama kuasa hukumnya. |Akok

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang kembali menggelar sidang keputusan atau vonis kepada Edi RustandiBaca » Sidang Perdana, Edy Rustandi Dibela 24 Pengacara., SH selaku advokasi, yang tersangkut dugaan pemalsuan surat tanah pada hari Rabu (5/3).

Edi sendiri divonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim, Fatul Mujib, SH kerena ia melanggar undang-undang Nomor 263, ayat 2 tentang pemalsuan surat tanah. Dalam sidang ini Edi yang diketahui ikut menjadi Caleg dari partai PAN ini didampingi 3 orang pengacaranya dari Peradi Tanjungpinang.

Rivai ibrahim, SH, selaku kuasa hukum terdakwa mengatakan seharusnya sesuai dengan pendapat ahli pidana hukum dari Universitas Gajah Mada (UGM), harus diawali dari pembuktian dan pempidanaan terdakwa pemalsuan surat. “Sesuai dengan pasal 263 ayat 1 karena unsur-unsur mutlak dari pasal 263 ayat 2 adalah sama dengan pelaku utama,” ujarnya.

Lanjutnya, karena seharusnya ada pembuktian terlebih dahulu kepada pembuat surat palsu yang sekarang ini dipergunakan oleh terdakwa.
“Namun, majelis hakim berkata lain dan tidak sesuai pendapat seharusnya menjadi mempertimbangkan keterangan dari saksi ahli dipersidangan,” jelas.
Saat ini pihak kuasa hukum Edy akan mencoba berpikir dahulu untuk mengajukan banding. “Dari keputusan ini kita akan berfikir dahulu dan akan dipertimbangkan kembali oleh kliaen kami,” ungkapnya.(Akok)

Palsukan Surat Tanah, Edy Rustandi Divonis 1,6 Tahun | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose