Pasien Dirawat di Ruang Inap Naik Tingkat Akan Dikena Biaya Tambahan

Share:

Tanjungpinang – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJSBaca » RSUP Terima Bantuan Ambulance Dari BPJS.) Wilayah Kepri, dr. Leny Marlina Tiurma Uli Malalu, AAK melalui Humas BPJS KesehatanBaca » Dinas Kesehatan Akui Aman, Dewan Minta Pengawasan Ketersediaan Obat. Tanjungpinang, Gunardi Chandra mengatakan pasienBaca » Dinas Kesehatan Akui Aman, Dewan Minta Pengawasan Ketersediaan Obat. berinisial HB menginap di ruang rawat yang bukan menjadi tanggungan.

“Informasi yang kami dapat barusan, bahwa pasien ini sedang dirawat di kelas utama, setara dengan kelas VIP. Yang artinya secara aturan memang berada di ruangan inap yang bukan haknya atas permintaan sendiri, dengan konsekuensi harus membayar selisih biaya,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPJS KesehatanBaca » Empat Bidan Kesal Tidak Digaji Dua Bulan Oleh Puskesmas Melayu Kota Piring. Tanjungpinang, Jalan Sunaryo, pada hari Jumat (19/5).

Humas BPJS Tanjungpinang, Gunardi Chandra saat diwawancarai wartawan.

Gunardi menambahkan terkait adanya biaya pemgobatan yang dibebankan oleh pasien tersebut, pihaknya tidak mengetahui.

“Soal biaya pengobatan yang pasien sebutkan, itu kami tidak tahu. Yang jelas jika ada obatBaca » Dinas Kesehatan Akui Aman, Dewan Minta Pengawasan Ketersediaan Obat. diluar tanggungan BPJS dan itu memang harus dikonsumsi pasien, maka pihak rumah sakit harus memberikannya, pasien (peserta BPJS,red) tidak menanggung biayanya tetapi menjadi tanggungan kami,” jelasnya.

Gunardi mengharapkan kepada peserta BPJS Kesehatan agar terlebih dahulu koordinasi dengan pihaknya apabila ada biaya yang harus mereka keluarakan dalam pengobatan.

“Intinya BPJS Kesehatan menanggung seluruh pengobatan pesertanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Wilayah Kepri, dr. Leny Marlina Tiurma Uli Malalu mengatakan untuk rawat inap BPJS Sebenarnya dapat menanggung biaya rawat inap sampai kelas 1, namun ada peraturan yang diberlakukan bahwa peserta BPJS bisa naik kelas, bahkan bisa naik kelas perawatan sampai kelas VIP, dengan catatan peserta akan dikenakan tambahan selisih biaya rawat inap yang harus dibayar sendiri.

Berdasarkan peraturan direksi BPJS No 32 tahun 2015 tentang petunjuk teknis tatacara pendaftaran dan dan pembayaran iuran bagi peserta BPJS mandiri, yang mulai berlaku tanggal 3 agustus 2015 lalu, di salah satu surat edarannya menerangkan bahwa yang bisa naik kelas perawatan hanyalah peserta BPJS yang mengambil kelas I dan Kelas II.

Dan lanjutnya berdasarkan peraturan tentang naik kelas perawatan ini sudah jelas dituangkan pada Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Dalam hal ruang rawat inap yang menjadi hak peserta penuh, peserta dapat dirawat di kelas perawatan satu tingkat lebih tinggi paling lama 3 (tiga) hari.

“Selanjutnya dikembalikan ke ruang perawatan yang menjadi haknya. Bila masih belum ada ruangan sesuai haknya, maka peserta ditawarkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan lain yang setara atau selisih biaya tersebut menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan yang bersangkutan,” tegasnya.

Apabila kelas sesuai hak peserta penuh dan kelas satu tingkat diatasnya penuh, peserta dapat dirawat di kelas satu tingkat lebih rendah paling lama 3 (tiga) hari dan kemudian dikembalikan ke kelas perawatan sesuai dengan haknya.

“Apabila perawatan di kelas yang lebih rendah dari haknya lebih dari 3 (tiga) hari, maka BPJS Kesehatan membayar ke FKRTL sesuai dengan kelas dimana pasien dirawat,” tambahnya.

Bila semua kelas perawatan di rumah sakit tersebut penuh maka rumah sakit dapat menawarkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan yang setara dengan difasilitasi oleh FKRTL yang merujuk dan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan.

“Apabila Peserta menginginkan kenaikan kelas perawatan atas permintaan sendiri (menandatangani surat pernyataan tertulis), selisih biaya perawatan menjadi tanggung jawab peserta,” paparnya.

Tetapi setelah 3 hari peserta harus dikembalikan ke kelas perawatan yang menjadi haknya, jika setelah 3 hari ruang perawatan yang menjadi haknya masih penuh, peserta bisa ditawarkan untuk di rujuk ke rumah sakit lain atau tetap mengambil kelas perawatan yang bukan haknya Atas Permintaan Sendiri (menandatangani surat pernyataan tertulis), dengan konsekuensi harus siap membayar tambahan selisih biaya yang timbul.

“Nah, setelah di cek dan ricek orang saya, dr. Dodik, ternyata keluarga maupun pasien belum membayar sepersen pun biaya saat dirawat. Dan adanya selisih biaya pun belum dihitung oleh RSUD, jadi adanya informasi pembayaran yang turut ditanggung pasien sebesar Rp 3 juta dan Rp 2 juta obat itu dari mana,” tutupnya heran.

Pasien Dirawat di Ruang Inap Naik Tingkat Akan Dikena Biaya Tambahan | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya

Baca jugaclose