Pelabuhan di Natuna Akan Dibuat Bercorak Penyu

0
119

NATUNA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, merancang pelabuhan wisata unik bercorak penyu.

Salah satu agenda dan cita – cita besar dari program kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, tahun 2017 ini ialah menyelesaikan DED perencanaan desain pembangunan pelabuhan wisata yg berbentuk penyu yang jadi Icon Natuna.

Pelabuhan diberi nama “Pelabuhan Wisata Pian Penyu” yang berada di daerah Teluk Baruk Kecamatan Bunguran Timur.

“Meskipun, pembangunan pelabuhan tersebut masih terkendala pada pembebasan lahan milik masyarakat yang ada di Teluk Baruk desa Sepempang. Kita berharap pemerintah daerah melalui lalui dinas Perkim bisa lebih cepat mengurusnya,”Kata Kadis Parbud Natuna, Erson Gempa, di ruang kerjanya, Kamis (16/11).

Dijelaskan Erson, Pelabuhan Pian Penyu merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke objek wisata pulau senoa.

“Luas lahan pada pembangunan pelabuhan Pian Penyu sekitar 100×20 Meter. Karena pembangunannya sekitar daerah bibir pantai menuju ke laut, yang kemudian akan dilakukan pengerukan,”jelasnya.

Sekarang, masih kata Erson, Konsep pelabuhannya adalah seperti pelabuhan Marina, cuma terminal pelabuhannya di desain seperti Penyu.

“Terminal pelabuhan penyu itu kita desain 2 lantai, Lantai 1 untuk area keberangkatan dan kedatangan serta ruang kios-kios wisat dan Lantai 2 untuk perkantoran CIQP,”jelasnya.

Untuk sekarang ini, pihaknya sedang mempersiapkan penyelesaian DED pelabuhan tersebut untuk diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

“DED sudah selesai tinggal kita ajukan kepada Kementerian PU, hanya saja sekarang ini kita terkendala pada pembebasan lahan,”ucapnya.

Mengenai anggaran yang digunakan dalam pembangunan pelabuhan Pian Wisata Penyu tersebut, dikatakan Erson akan diajukan menggunakan anggaran pusat (APBN).

“Insyaallah kita menggunakan bantuan dari pusat, kalau hanya mengandalkan dari anggaran APBD Natuna pastinya tidak mampu. pembangunan ditargetkan dimulai tahun 2019, setelah kajian AMDAL-nya sudah rampung dikerjakan,”pungkasnya.

Selain itu, Tahun 2017, kata Erson, salah satu program pembangunan objek wisata yang sedang digarap ialah pembangunan Wisata “Laman Kibang “, di depan jalan masuk Masjid Agung Natuna.

” Nama Kibang itu merupakan bangunan yang menyerupai kerang raksasa. Setelah selesai bangunan ini merupakan salah satu andalan wisata Natuna. Karena setiap sore masyarakat bisa bersantai sambil menikmati angin segar sambil berselfi,”tuturnya.

“Mengenai tanggapan masalah pembebasan lahan di Pulau Senoa, jujur saya tidak bisa menjawab. Karena ini bukan kewenangan saya untuk menjawab. Semua itu, kewenangan dari Dinas Perkim,”tutup Erson.

Erson berharap kepada semua pihak, baik dari Pemerintah, Instansi Vertikal maupun Masyarakat dapat mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Natuna, termasuk dari sektor pariwisata yang merupakan 1 dari 5 percepatan pembangunan yang telah dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo. (IMAM)

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here