Pemerintah Amerika Kucurkan Rp 11 Miliar Untuk Teliti ‘Meme’

    0
    1459

    Banyak kejadian menghebohkan di masyarakat kerap mampir di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter dalam bentuk meme-mem lucu. Menariknya, banyak ahli yang tidak tahu mengapa meme begitu sukses menarik perhatian netizen dan pengguna jejaring sosial.

    Universitas Indiana, Amerika Serikat, menyatakan pihaknya tengah berusaha menguak rahasia dibalik proses evolusi foto-foto biasa menjadi meme, termasuk alasan di balik ‘booming’-nya gambar-gambar parodi tersebut. Meme sendiri dapat diartikan sebagai video, gambar, atau ungkapan berisi buah pikiran seseorang yang disebar via internet.

    Meme internet saat ini lebih terkenal sebagai gambar-gambar lucu yang telah dikombinasikan dengan kalimat atau huruf sebagai sarana untuk mengungkapkan pendapat dengan konteks yang lebih ringan. Meme-meme ini dapat dibuat oleh siapa saja dan menyebar dari satu orang ke orang lain lewat jaringan media sosial, blog, atau email.

    Mengingat inspirasi untuk membuat meme bisa datang dari mana saja, sulit untuk memprediksikan sebuah konten bisa menjadi meme yang booming atau tidak. Oleh sebab itu, pemerintah federal Amerika rela menyumbangkan uang rakyatnya untuk mengetahui cerita di balik kesuksesan meme agar bisa memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat.

    Tim peneliti dari Universitas Indiana kabarnya menerima dana mencapai Rp 11 miliar lebih untuk mencari tahu informasi tentang siklus hidup meme. Empat orang peneliti akan dilibatkan dalam penelitian meme yang disebut “Truchy”. Tim ini juga meneliti mengapa hanya meme-meme jenis tertentu saja yang dapat ‘meledak’ di dunia maya, Ubergizmo (28/08).

    Proyek Truchy juga diharapkan dapat membuat sebuah model dari mekanisme persebaran meme secara online. Sebuah layanan internet juga akan dibuat untuk membantu memonitor mem yang sedang naik daun dan meme-meme yang dianggap mencurigakan dan mengandung efek negatif.

    Hasil dari penelitian akan tersedia untuk masyarakat dalam bentuk data berbasis open-platform yang meliputi jaringan propaganda, statistik, dan fitur-fitur lain dari meme-meme yang terdapat di dunia maya. Perusahaan-perusahaan marketing diprediksi bisa menggunakan hasil tersebut sebagai salah satu senjata untuk mengembangkan sebuah bisnis.
    [merdeka]

    BAGIKAN

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan tinggalkan komentar anda!
    Please enter your name here