Pemko Bangun Permukiman Berbasis Komunitas

0
1636
Salah satu contoh permukiman berbasis komunitas yang tampak asri, bersih dan nyaman.
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai melaksanakan program penataan lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK). Hal ini merupakan pernghargaan kepada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Piring Madani Kelurahan Melayu Kota Piring atas prestasi kerja BKM dalam pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan khususnya di Kelurahan Melayu Kota Piring. PLP-BK merupakan salah satu intervensi PNPM Mandiri Perkotaan ditahap akhir transformasi menuju masyarakat madani yang difokuskan pada kegiatan penanganan kawasan permukiman padat, kumuh dan miskin (Pakumis).

Dari seluruh PLP-BK se-Kepri, hanya BKM Madani yang terpilih untuk melakukan penataan kawasan prioritas PLP-BK di Kelurahan Melayu Kota Piring khususnya di Kampung Melayu Gang Sempati. BKM Kota Piring Madani sendiri sudah terbentuk sejak tahun 2008 dimana terdapat 8 RW dan 37 RT dengan luas wilayah 1.200 Ha dan berpenduduk sekitar 19.069 jiwa. Secara geografis RW tersebut berada di wilayah pesisir dengan mata pencaharian sebagai buruh dengan dominasi tingkat pendidikan tamatan SD dan SLTA.

Hal ini dipaparkan oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH melalui program PLP-BK, melalui tahapan perencanaan dan pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh masyarakat dengan didampingi oleh BKM. “Kini citra Kampung Melayu Gang Sempati yang tadinya kumuh menjadi bersih, indah, aman dan nyaman sehingga bisa menjadi salah satu modal dasar dalam pengembangan ekowisata di Kelurahan Melayu Kota Piring bahkan Kota Tanjungpinang mengingat posisinya yang strategis dan memiliki nilai historis,” ujarnya.

PLP-BK Kelurahan Melayu Kota Piring sendiri, berdasarkan pandangan Lis memiliki visi mewujudkan Kelurahan Melayu Kota Piring yang bersih, asri dan berbudaya. “Program prioritas untuk mewujudkan visi tersebut yaitu penataan permukiman kumuh, pengelolaan sampah, dan pengendalian banjir,” paparnya lagi.

Sedangkan realisasi penataan kawasan permukiman di Kampung Melayu telah meliputi pembangunan pintu gerbang, peningkatan jalan, penataan dinding tembok, pembangunan pagar pelantar, pembangunan tangga pelantar, penataan sumur, pengadaan penerangan jalan, serta rehab rumah.

Untuk mewujudkan program ini, Lis Darmansyah menerima kunjungan rombongan BKM yang memaparkan hasil program PLP-BK, Kamis (20/1), di ruang rapat kantor Wali Kota Tanjungpinang.

Lis mengatakan mewujudkan Kelurahan Melayu Kota Piring yang asri bukan berarti tidak memperhatikan aspek ramah lingkungannya. “Asri belum tentu ramah lingkungan. Oleh sebab itu PNPM harus berkoordinasi secara sinergis juga dengan dinas terkait dalam pelaksanaan dilapangan untuk mewujudkan wilayah permukiman yang layak huni,” aku Lis.

Menurut Lis, saat ini pemerintah daerah sedang fokus pada penataan kawasan pesisir sebagi ujung tombak rekonstruksi wilayah kumuh menjadi daerah yang layak huni. “Target utama pembangunan ini adalah wilayah Teluk Keriting, Pulau penyengat, Kampung Bugis, serta Kampung Melayu Senggarang,” jelasnya.

Lis menegaskan seperti yang telah dikatakan Menpera sebelumnya, Kota Tanjungpinang mendapat jatah 388 unit rumah yang akan menerima RTLH. “Sementara itu, untuk sisanya menteri telah memberikan kesempatan agar Pemko Tanjungpinang segera mengusulkan program tersebut dan akan diupayakan alokasi dana dari pusat,” tutupnya.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here