Penumpang Dari Luar Negeri Harus Tetap Melalui SOP

Share:
Kepala Imigrasi Tanjungpinang, Kennedy

Kepala Imigrasi Tanjungpinang, Kennedy

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Hampir satu jam para penumpang dari Stulang Laut, Johor, Malaysia tertahan di kapal Telaga Expres pada hari Selasa malam (25/2). Tertahannya para penumpang ini diakibatkan matinya listrik PLN di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura pada pukul 18.30 Wib. Sehingga peralatan yang sering digunakan petugas Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina tidak berfungsi.

Adanya kejadian para penumpang tertahan di kapal ini, dibenarkan oleh Kepala Imigrasi Tanjungpinang, Kennedy kepada SuaraKepri.com. “Benar, listrik dari aliran PLN Tanjungpinang saat itu mati. Peralatan kami tidak dapat dioperasikan, penumpang harus tetap melalui proses SOP (Standard operating procedure) yang ada,” ujarnya melalui ponselnya.

Untuk itu, kata Kennedy para penumpang harus bertahan dulu sampai listrik dan peralatan dapat difungsikan kembali. “Genset tidak tersedia di pelabuhan itu, yang berwenang adalah pengelola yakni pihak Pelindo. Kami hanya ditempatkan disana sesuai fungsi dan tugas kami,” ucapnya.

Bila penumpang dibiarkan berlalu tanpa melalui SOP yang ada, Kennedy beralasan bahwa itu dapat berisiko bagi para petugas yang saat itu bertugas. “Petugas tidak akan berani, karena sesuai aturan para penumpang harus melalui pengecekan baik secara imigrasi maupun pemeriksaan barang bawaan yang dilakukan oleh petugas bea cukai,” tegasnya.

Setiap penumpang dari luar negeri, jelas Kennedy tetap melalui SOP yang ada. “Kita takutnya adanya buronan luar negeri yang masuk ke Indonesia, kejelasan identitas penumpang harus tetap diperiksa. Sementara itu bea cukai juga berisiko, bila ada penumpang ada membawa narkoba, pemeriksaan harus melalui alat X-ray. Semoga ini menjadi masukan bagi pihak Pelindo,” ungkapnya. (Akok)

Penumpang Dari Luar Negeri Harus Tetap Melalui SOP | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya