Pers di Politik, Indenpenden Tapi Tidak Munafik

Share:

Mori Guspian
Pimpinan Redaksi Suara Kepri

Mungkin inilah gambaran besar yang dapat dicabarkan posisi para kuli berita (Pers) disaat mereka di panggung politik maupun pesta demokrasi. Pers pasti selalu memposisikan diri pada kesempatan di panggung politik dan ‘tidak munafik’, meski pers banyak diharuskan Indenpenden.

Proses pemilihan kepala daerah (pilkada) kini sedang berlangsung di sejumlah provinsi, kabupaten dan kota di tanah air. Peran Pers diakui mampu memberi nilai lebih pada setiap pasangan calon kepala daerah yang ingin bertarung merebut kursi nomor satu.

Apa yang disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Idham Samawi ada benarnya. Karya Pers dalam tulisannya sangat berpengaruh hingga mempengaruhi pembaca yang bisa menjadi pencitraan maupun meningkatkan populeritas figur dimata masyarakat.

Mori Guspian, Pimpinan Redaksi Suara Kepri

Idham Samawi menegaskan bahwa kemenangan sebuah Partai Politik (Parpol) juga sangat dipengaruhi oleh media massa seperti media online, media cetak hingga elektronik.

Populeritas dan pencitraan parpol maupun individu politikus itu sangat berpengaruh dengan apa yang disajikan oleh media kepada masyarakat.

Dimana posisi pers sebenarnya dalam proses pilkada tersebut. Mungkin ada tiga opsi yaitu memanfaatkan calon, dimamfaatkan calon atau berpihak kepada kepentingan rakyat dengan mentaati pemberitaan yang berimbang?

Profesi Pers tidak jauh berbeda dengan profesi seperti TNI, Polri maupun PNS atau kini dikenal dengan ASN yang memiliki payung hukum tersendiri dalam bentuk Undang-undang (UU). Tetapi kesejahteraan Pers tentunya tidak sama dengan tiga profesi tersebut, dimana kesejahteraan tiga profesi tersebut ditanggung pemerintah.

Sementara Pers harus berdikari atau mandiri untuk mensejahterakan dirinya baik melalui media tempat ia bekerja atau melalui pribadinya. Selain melakukan hubungan kerjasama dengan pemerintah dan swasta, Pers akan mengambil kesempatan di pesta demokrasi. Mereka akan saling berlomba-lomba untuk mendapatkan pundi-pundi penghasilan dari peserta politik.

Di Media Pers sendiri terdiri dari dua manajemen yang berbeda tetapi saling mengikat satu sama lainnya. Adapun dua manajemen pers yang ada, yakni manajemen redaksi dan manajemen usaha (perusahaan). Pada manajemen usaha inilah yang menjadi tulang pungung untuk dapat bertahannya media atau pers itu sendiri. Dimana manajemen usaha juga harus didukung oleh manajemen redaksi.

Kini seorang figur terbaik yang muncul di kalangan Pers Kepri yang maju di Pilkada Wali Kota Tanjungpinang 2018, yakni Ramon Damora. Meski mereka akan memberikan perhatian kepada figur dari kalangan Pers, tetapi ia maupun medianya akan memberikan perhatian khusus yang telah memberikan income atau membayar.

Dengan keadaan ini, dapat kita simpulkan bahwa Pers itu tetaplah juga manusia. Dimana pers memiliki keinginan untuk mengejar penghasilan demi menghidupkan atau memenuhi kebutuhan keluarga atau dirinya sendiri.

Selain itu Pers juga memiliki hak untuk memilih dan dipilih, baik itu Pesta Demokrasi Pilkada maupun Pemilihan Calon Legislatif (Pileg).

Pers di Politik, Indenpenden Tapi Tidak Munafik | redaksi

Komentar Pembaca


Berita Lainnya