PHP Mahasiswa Terkait Beasiswa, Bupati Natuna Sembunyi Diajak Audensi

0
401
HMKN Tanjungpinang saat dijanjikan Bupati Natuna, pada bulan Nopember 2016 lalu. F. Ist

Natuna – Ribuan mahasiswa Natuna merasa diperlakukan Pemberian Harapan Palsu (PHP) oleh Bupati Natuna, Hamid Rizal terkait janjinya perihal beasiswa tahun 2017 ini. Kekecewaan yang paling besar dirasakan oleh Himpunan Mahasiswa Kabupaten Natuna (HMKN) di Kota Tanjungpinang.

Padahal diakhir  bulan November 2016 lalu terkait regulasi atas pembangunan daerah Kabupaten Natuna, Hamid menegaskan bahwa pemerintahnya sudah merencanakan pembangunan Natuna harus disertai dengan peningkatan kualitas pendidikan agar putra daerah tidak menjadi penonton di negeri sendiri.

“Bupati Natuna juga menjanjikan akan mengakomodir mahasiswa Natuna dan akan mengembalikan beasiswa S1, S2 sampi S3 pada tahun anggaran 2017 dan akan mengundang perwakilan mahasiswa pada pembahasan APBD 2017,” ujar Febru Yadi, Ketua HMKN Kota Tanjungpinang, pada hari Senin (13/3).

Sejak janji ini tidak terealisasi sepenuhnya, Pemkab Natuna terkesan menutup diri dan pihak mahasiswa tidak pernah tahu tentang kebijakan-kebijakan penting yang diambil terkait daerah mulai dari kedatangan Presiden RI dan Menteri ke Natuna.

“Sampai kebijakan pemerintah pusat terkait daerah yang kami nilai merugikan masyarakat. Kami mahasiswa Natuna khususnya Tanjungpinang tidak pernah mendapat informasi terkait kebijakan pemerintah sampai tanggal pembahasan RAPBD Natuna hingga disahkannya,” tegasnya.

Febru melanjutkan, itupun kami tidak pernah mendapat informasi sehingga kami tidak tahu keputusan yang diambil.

“Dari data yang kami peroleh selama satu bulan di Ranai februari lalu, APBD Natuna diketok palu sebesar Rp 1,19 triliun. Sedangkan 20 persennya untuk pendidikan dan anggaran beasiswa mahasiswa Natuna se-Indonesia ternyata sebesar Rp 1,5 Miliar, apa tidak kami nilai PHP,” geramnya.

Tambahnya, ini bahkan tidak sampai 1 persen pun dari total anggaran pendidikan. Mereka pun sudah menyurati Bupati Natuna untuk permohonan audiensi terkait hal ini.

“Tetapi beliau mengarahkan kami ke Sekda Natuna dan beberapa kali kami menghadiri kediaman beliau dan Satpol PP beliau mengatakan kalau Bapak Bupati Natuna keluar kota. Padahal kami hanya ingin silaturahmi dan mendengar penjelasan beliau, karena kami merasa tidak puas dengan tanggapan Sekda dan Kadis pendidikan Natuna,” ungkapnya menilai seakan sembunyi dari tanggung jawab atas janjinya.

[sk]

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tinggalkan komentar anda!
Please enter your name here